19 Jan 2021

Musda PAN tentukan formatur.Kabupaten cirebon


Indomedianewsc- Perhelatan politik kabupaten cirebon yg cukup dinamis dialami juga oleh Partai Amanat Nasional /PAN salah satu partai politik di kabupaten cirebon walau belum berhasil mendudukan kadernya di parlemen pd pemilu 2019 namun tetap eksis dalam kiprahnya di tengah masyarakat dan kader2 nya yg tersebar di kabupaten cirebon.

Pada musda firtual kali ini di putuskan penetapan formatur untuk menyusun kepengurusan secara menyeluruh dari tingkatan ranting,kecamatan hingga tingkat kabupatn semacam DPRT,DPC hingga DPD bahkan sayap partai.
Demikian di jelaskan Ian Subhan,Amd ,selaku ketua DPD PAN kabupaten cirebon sekaligus sebagai formatur dalam musda kali ini.
Lebih jauh pria yg selalu ramah mengatakan bahwa musda PAN kali ini dengan sistem daring diharapkan akan menentukan gerak langkah PAN dalam menyongsong pemilu 2024 bisa mendudukan kader terbaiknya di parlemen.Walau PAN belum beruntung pada pemilu 2019 tetapi simpul dan kader serta gerak partai tetap eksis di tengah2 masyarakat.
"Bersama PAN mari kita ciptakan politik santun dan beradab" .Ujar calon kuat ketua DPD PAN kabupaten cirebon (1b)

Cegah Covid-19, Satgas Yonif MR 413 Kostrad Bagikan Alkes di Sekolah Papua



Indomedianewsc - Guna mencegah Covid-19 di lingkungan sekolah Papua, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad   membagikan alat kesehatan berupa Masker, Hand Sanitizer, Herbavid-19, Vitamin C, tanki spray elektrik dan tablet disinfektan.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Senin (18/01).

"Dengan telah dilaksanakannya kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah-sekolah Papua khususnya Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom, perlu diterapkan protokoler kesehatan secara ketat agar virus Corona ini tidak masuk di lingkungan Sekolah. Untuk itu kami turut mendukung pemerintah dengan membagikan alat kesehatan guna pencegahan Covid-19." Tutur Dansatgas.

Pernyataan Dansatgas dalam rilis tersebut disambung oleh Dokter Satgas Lettu Ckm Andrew Agung Richard yang membeberkan secara rinci jumlah kebutuhan dari masing-masing alat kesehatan yang diberikan kepada sekolah di Papua.

"Setidaknya kami mendistribusikan 2000 Masker, 1500 Handsanitizer 500 ml, 1800 Handsanitizer 100 ml, 100 kotak Herbavid-19, 150 strip Vitamin C, 50 tanki spray dan 100 tablet disinfektan untuk sekolah-sekolah yang berada di Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom yang lokasinya berdekatan dengan Pos Satgas Yonif MR 413 Kostrad." Beber Andrew Agung.

"Tentunya kita semua berharap Pandemi Covid-19 ini berakhir. Namun untuk mewujudkan hal itu, perlu langkah-langkah dan konsistensi yang harus dilakukan oleh semua pihak agar Pandemi ini segera berakhir. Dengan bantuan alat kesehatan yang kami berikan, semoga dapat bermanfaat bagi sekolah di Papua dan semuanya terhindar dari virus Corona." Harap Anggun.


Pensatgas 413 (2b)

Pelaksanaan PPKM di Kabupaten Cirebon Dinilai Berhasil



Indomedianewsc- Pemerintah Kabupaten Cirebon menilai pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diwilayahnya dinilai berhasil. Karena angka terkonfirmasi positif covid 19 pada pemberlakuan PPKM menurun.

Bupati Cirebon Drs H Imron,M.Ag mengatakan, bahwa selain menurunnya angka terkonfirmasi positif covid 19, ia juga mengklaim angka kesembuhan di Kabupaten Cirebon meningkat.

"Diberlakukannya PPKM ini, berdampak pada menurunnya angka positif dan meningkatnya kesembuhan. selain itu, sekarang juga kita sudah masuk zona orange," ujar Imron, Senin 18 Januari 2021.

Walaupun dianggap berhasil, pihaknya juga tetap melakukan evaluasi dari pelaksanaan PPKM yang sudah berjalan selama satu minggu ini.

Dalam pelaksanaan PPKM, masih ditemukan sejumlah tempat yang belum menerapkan protokol kesehatan yang benar. Sehingga akhirnya, diberikan sanksi oleh petugas.

Selain itu, ia juga mendapatkan informasi adanya dua jenazah warga Kedawung dan Klayan yang ditolak masyarakat. Ternyata, hal tersebut terjadi karena kurangnya komunikasi dari pihak rumah sakit dengan Pemkab Cirebon.

"Oleh karena itu, kami sudah minta ke Kesbangpol, untuk menitipkan nomor telpon yang bisa dihubungi oleh rumah sakit yang berada di Kota Cirebon. Sehingga nantinya bisa berkoordinasi," kata Imron.

Imron juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon, untuk bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Karena menurut Imron, penyebaran virus covid 19, salah satunya terjadi karena adanya kontak fisik.

Pemerintah Kabupaten Cirebon sendiri, akan memberlakukan PPKM hingga minggu depan. Ia berharap, kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan dan juga menerapkan aturan yang sudah dibuat, menjadi lebih meningkat (1c)

18 Jan 2021

Pemdes Picungpugur " Bangun Ruang Bermain Anak '

Indomedianewsc- Memberikan ruang bermain untuk Anak, dilakukan Pemdes Picungpugur, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Dengan tersedianya ruang bermain anak, diharapkan mampu meningkatkan kreasi dan pola fikir anak dalam berkarya maupun meningkatkan psikologi Anak maupun Orang tua ditengah Pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Kuwu Desa Picungpugur, Dwi Saki, diruang kerjanya, Senin, 18/01/2021 

" Saat ini mungkin sebagian Anak melakukan pola belajar dengan menggunakan sistem daring, otomatis mereka kekurangan waktu untuk berinteraksi dengan sesama teman, dengan adanya fasilitas sarana bermain ini diharapkan bisa sedikit mengurangi beban mereka dalam hal interaksi secara luas, tentunya harapan kedepan , Sarana atau Ruang bermain Anak dapat digunakan untuk hal positif lainnya, semisal melakukan pertemuan antar pelajar usia dini ataupun hanya sebatas menghilangkan kejenuhan atau bersua foto " ujar Saki,

Senada hal tersebut disampaikan Sekretaris Desa Picungpugur, Kosim. Dirinya sangat mengharapkan segala fasilitas yang telah tersedia bisa dimanfaatkan sebaik mungkin

"Harapan kami tentunya segala fasilitas yang telah ada bisa dimanfaatkan semaksimal dan sebaik mungkin, dan selain itu kami meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk secara bersama- sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah ada, agar apa yang telah kami bangun bisa awet dan terus dapat dirasakan dalam kurun waktu lama" tuturnya. (1c)

Sering dilintasi para pejabat " jalan poros penghubung dua kecamatan dibiarkan rusak "

Indomedianewsc- Masyarakat pengguna jalan mengeluhkan kerusakan yang terjadi di beberapa titik yang hingga saat ini belum juga dilakukan perbaikan.

Diantaranya adalah Ruas Jalan KH. Ahmad danlan, yang menghubungkan antara Kecamatan Lemahabang dan Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon.

Kondisi tersebut dikeluhkan salah seorang warga pengguna jalan, Rosadi, yang rutinitasnya setiap hari melintasi jalan tersebut, Senin, 18/01/2021

" Kami meminta kepada Dinas terkait, dalam hal ini PUPR untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan jalan yang hingga saat ini terkesan dibiarkan, karena kerusakan tersebut sudah sangat lama, selain mengakibatkan terjadinya endapan air, juga sangat membahayakan pengguna kendaraan, khususnya roda dua, terlebih lagi kondisinya sangat berdekatan dengan salah satu Sekolah yang tentunya banyak para pelajar yang melintasi jalan tersebut " ujarnya.

Lebih lanjut Rosadi menuturkan

" Kami tidak habis fikir mengapa kondisi jalan yang rusak dan membahayakan pengguna jalan ada kesan dibiarkan, padahal sangat sering dilintasi oleh para Pejabat, atau mungkin karena kendaraan para pejabat terlalu mewah, hingga tidak terasa jika melintasi jalan yang berlubang " keluhnya.

Senada hal tersebut disampaikan salah seorang warga yang berjualan tidak jauh dari jalanan tersebut.

" Disini sudah sering terjadi kecelakaan kang, khususnya pengguna kendaraan roda dua yang terjatuh karena berusaha untuk menghindari lobang, apa lagi kalau hujan turun, jalanan yang berlobang tersebut tertutup air jadi pengguna kendaraan tidak tahu kalau jalan tersebut berlobang, akibatnya tidak sedikit yang jatuh, kalau bisa sih segera dilakukan perbaikan, bila perlu dilakukan peningkatan, dalam artian jangan hotmix, harus betonasisai " ujarnya sembari meminta namanya tidak dipublikasikan. (1c)

Anggaran Corona " Tahu tidak tahu Masyarakat harus Tahu "


                 R.Agus.S. ( penulis)

Persoalan yang saat ini terus melanda Negeri  kita adalah  keberadaan Pandemi Covid-19 yang seakan ditakuti namun terkesan sedikit dibiarkan karena banyaknya Anggaran yang bisa dipergunakan  dengan dalih penanggulangan Corona.

Hal ini bukannya tidak beralasan, jika memang pihak terkait serius dalam penanggulangan Corona, mungkin  kejadiannya tidak seperti apa yang terjadi di Negeri kita.

Dalam sebuah realita yang ada, Penggunaan atau penggelontoran Anggaran Khusus Corona, ternyata nilainya tidaklah sedikit bagi ukuran Masyarakat bawah, beberapa diantaranya adalah, Pemerintah dalam hal ini Kesbangpol, menggelontorkan Anggaran yang diperuntukan bagi Satgas Pemulasaraan, atau Satuan Tugas yang pekerjaannya adalah memulasara  Pasien Corona yang meninggal Dunia dengan fonis Corona.

Satgas Pemulasaraan ini dibagi dalam satu Teamnya sebanyak 22 Anggota, yang mana tugasnya terbagi dari mulai yang menggali Kuburan, membacakan do’a bagi sang mayit, hingga pengususng jenasah  dan lainnya, termasuk pengamanan dengan Jumlah Anggaran yang digelontorkan setiap  kali ada Pasien meninggal akibat Corona sebesar Rp. 2.900.000.

Yang tidak kalah besarnya lagi adalah Anggaran yang diberikan bagi keluarga Korban atau ahli waris  yang difonis meninggal akibat Corona sebesar Rp. 15.000.000 dimana anggarannya digelontorkan oleh pihak Dinas Sosial.

Ironisnya banyak dan tidak sedikit Masyarakat yang tidak memahami, bahwa setiap kali ada Warga yang meninggal akibat Corona akan memperoleh Bantuan atau apapun namanya  dengan nominal yang telah ditentukan,  hingga tidak sedikit pula mereka yang keluarganya meningal akibat Corona tidak memperoleh bantuan tersebut dikarenakan ketidak tahuannya.

Seandainya kalau memang ini adalah Hak mereka ( Keluarga Ahli waris Corona ) maka  walaupun mereka tidak mengetahuinya Anggaran tersebut harus bisa diterima oleh mereka yang berhak, karena Data pasien meninggal positif Corona ini pasti dimiliki oleh instansi terkait, hingga tidak ada istilah Tahu atau tidak Tahu.

Ada sebuah pertanyaan, jika memang Warga atau keluarga  yang telah difonis meninggal dikarenakan Corona tidak mengerti dan tidak mengurus sesuatunya untuk memperoleh santunan atau apapun namanya, dikemanakan Anggaran tersebut ?

Ini sebuah kenyataan yang terjadi pada Masyarakat bawah, dimana mereka tidak mengerti akan Hak yang harus didapat, sementar Hak itu sebenarnya ada.

Tidak kalah pentingnya lagi adalah adanya pembagian tugas yang diberikan pada Satgas Kecamatan, yang dirasa terjadi ketidak adilan, betapa tidak,

Dalam sebuah Kecamatan ada terbagi Dua Satuan Tugas, yang pertama adalah Satgas Covid-19 dan yang satunya lagi adalah Satgas Pemulasaraan.

Kedua Satgas ini tugasnya memang hampir sama, semuanya menangani Corona, hanya saja Satgas Covid-19 tugasnya  melaksanakan Operasi atau pengawasan maupun pembinaan Bagi Masyarakat yang tidak menerapkan protocol kesehatan, sementara  Satgas Pemulasaraan tugasnya hanya disaat ada Masyarakat yang meninggal Dunia akibat Corona , dalam artian mengurus sang mayat dari dimana mereka dirawat atau dikarantina atau apapun namanya hingga masuk keliang lahat.

Dari kedua Satgas ini, sebagai Manusia mungkin ada sedikit persoalan yang sifatnya  cemburu social atau dirasa terjadi ketidak adilan.

Ini terjadi dikarenakan dari berbagai Sumber yang diperoleh, Bahwa Satgas  Pemulasaraan yang tugasnya hanya sekali, mana kala ada Orang meninggal saja, akan  memperoleh Anggaran Sebesar Rp. 2.900.000 ( setiap melaksanakan Pemakaman bagi Pasien Meninggal akibat positif Corona ) sementara Satgas Covid-19 yang berkewajiban melakukan berbagai cara untuk meminimalisir terjadinya penyebaran Pandemi Covid-19 tidak memperoleh Anggaran.

Dari sedikit peristiwa dan kenyataan tersebut, maka tidaklah salah jika kedua Satgas ini seakan  terjadi ketimpangan yang sangat kentara, hingga akibatnya penanganan Corona dirasa biasa-biasa saja.

Karena terus meningkatnya kasus Corona, dan Banyaknya anggaran yang terserap  namun hasilnya tidak maksimal, maka jangan salahkan jika masyarakat kian hari kian jenuh dan seakan tidak percaya bahwa Corona ini benar-benar ada.

Bahkan tidak sedikit Masyarakat yang beranggapan, bahwa corona ini sengaja dibiarkan dengan tujuan Anggaran  yang mengatasnamakan penanggulangan Corona akan terus ada.

Masyarakat saat ini merasa ketakutan untuk menyampaikan pendapatnya dikarenakan adanya aturan Hukum yang dirasa membelenggu dan berakibat pada persoalan Hukum.

 Namun pada kenyataannya, memang Pemerintah Tidak sedikit menggelontorkan Anggaran yang diperuntukan bagi Masyarakat terdampak Corona, Niat Pemerintah Pastilah sangat baik, namun apakah niat baik itu tepat sasaran atau hanya dijadikan sebuah ajang keuntungan bagi sebahagian pihak, toh nyatanya salah satu Menteri yang menangani persoalan Corona  tersandung persoalan Hukum karena didapati memperoleh keuntungan dari Bantuan Sosial bagi Masyarakat akibat dampak Corona.