4 Apr 2025

Wakil Ketua DPRD Cirebon " Infrastruktur sekala prioritas "

INDOMEDIANEWS - Reses wakil ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka dengan masyarakat di wilayah timur Kabupaten Cirebon banyak dipertanyakan soal penanganan kerusakan jalan, hal itu akan menjadi dasar usulan skala prioritas pembangunan dalam rapat  pembahasan APBD Kabupaten Cirebon mendatang. 

Dalam keterangannya, dijelaskan ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon, bahwa usulan masyarakat yang hampir semua tempat pelaksanaan reses dirinya, warga selalu mempertanyakan soal jalan rusak dan upaya pemkab Cirebon dalam penanganan perbaikannya, hal itu menjadi persoalan utama hasil serap aspirasi masyarakat khususnya di wilayah dapil 5 Kabupaten Cirebon. 

Beberapa titik jalan rusak diminta masyarakat untuk segera dilakukan perbaikan diantaranya, di Kecamatan Losari dari mulai jalan poros Desa Ambulu-Kalisari-Kalurahayu-Losari Lor dan Tawangsari, kemudian jalan poros Desa Panggangsari-Losari Kidul dan jalan poros Astanalanggar-Barisan, di Kecamatan Pabedilan jalan poros Desa Pasuruan-Pabedilan Wetan, jalan poros Desa Pabedilan Kidul -Silihasih, jalan poros Desa Kali mukti, Dukuhwidara dan Kalibuntu, di Kecamatan Gebang yang sangat viral jalan akses utama Gebang-Waled, Kali pasung - Kalimaro- Kalimekar-Dompyong Wetan - Karang wangun, Kecamatan Babakan di jalan pasar Babakan, jalan poros Babakan-Cibogo serta Gembingan-Cibogo dan jalan serang Wetan- Gembinganmekar-Tambelang, kemudian di Kecamatan Pangenan di jalan poros Desa Beringin-Astanajapura serta hampir semua jalan poros desa di Kecamatan Pangenan dan masih banyak lagi yg menjadi PR pemerintah kabupaten cirebon.

"Banyak diantaranya yang sampai dilakukan perbaikan swadaya lantaran keterlambatan penanganan, Terima kasih ini akan kita jadikan laporan dasar yang akan kita perjuangkan, " Tuturnya. 

Lebih lanjut disampaikan Teguh, diakuinya dari beberapa jalan rusak yang dikeluhkan masyarakat tersebut beberapa diantaranya sudah teranggarkan dalam APBD Kabupaten Cirebon tahun 2025, namun pelaksanaan nya apakah akan di lakukan atau tidak karena ada efesiensi anggaran dan pemerintah daerah belum menginfokan mana saja yg masuk daftar efisiensi. DPRD di rencanakan akan meminta keterangan dari pemerintah daerah di minggu kedua bulan april

"Kami berharap pemerintah daerah mengutamakan skala prioritas salah satunya infrastruktur, karena hal ini sangat berdampak pada perkembangan perekonomian dan kenyamanan dalam berlalulintas" Pungkasnya. (1c) 

VIRAL.Guest house The5 " pasang tarif gila gilaan Yang tak sesuai dengan tempatnya"

INDOMEDIANEWS - Alek Pemudik  Dari Jakarta Asal Cirebon Salah satu Pimpinan redaksi media online, juga dari Dewan Pimpinan Pusat ( DPP ) organisasi Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kecewa Setelah Melihat keadaan penginapan yang dipesan melalui salah satu aplikasi   Agoda, Tidak sesuai yang di promosikan.
Kemis (3/afril/2025)


"Sebelum datang ke Cirebon kemaren saya memesan terlebih dahulu  penginapan dengan melalui Aplikasi Agoda dari Agoda di arahkan Ke Reddoorz dapatlah pilihan di sini  The 5 Guest house jl Rajawali timur kota Cirebon," ungkap Alek.

Di Aplikasi tersebut saya tertarik dengan penampilan gambar dan desain kamarnya sangatlah bagus terus di kasurnya juga ada desain layak sekali ala hotel, makanya saya tertarik dengan harga Rp 378.000. ( Tiga ratus tujuh puluh delapan ribu ) ,"tambah Alek.

"Tapi saat Saya kesini masuk saya kaget, karena Guest house ini menurut saya tidak setandar nya Guest house. apa lagi harganya tidak sesuai dengan tempatnya, ungka Allek

Karena Guest house ini seperti rumah yang di bentuk kos kosan terus bising dengan suara anak anak , tujuan kita kesini itu mencari tempat yang nyaman karena kalau hanya untuk tidur di rumah aja ," kata Alek.

Selain itu Alek mengatakan, nginep di Hotel tujuannya agar bisa istirahat dengan nyaman makanya kita nyari hotel atau penginapan.

"Harga Rp 378.000. merasa keberatan saya meminta di batalkan, tapi dari pihak pemilik menyarankan kancel melalui Aplikasi, cuman dari aplikasi tidak bisa untuk batalkan,"kata Allek


Lebih jauh ia mengatakan saya sudah sepuluh tahun setiap pulang ke Cirebon menggunakan jasa hotel , rata rata kenaikan harganya itu dari Rp.50.000 (  Lima puluh ribu rupiah ) hingga Rp. 100.000. ( seratus ribu rupiah ).plus ditambah harga biasa seperti hotel intan, kenaikan hanya 50 (lima puluh ribu) dari semua type kamar, karena saya tau sudah menggunakan hotel intan sudah Tiga tahun lebih.

Guest house The5 menurut saya Tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,
di antaranya lokasi dalam perumahan yang diperuntukan untuk tempat tinggal, tapi di alih fungsikan jadi penginapan, kondisi seperti kos kosan, di peruntukan penginapan harian, dan sudah bekerja sama dengan aplikasi Agoda dan ReDoorz tapi tidak terpasang plangnya, seperti menghindari 
pajak.


Saya sudah tanyakan ke pemilik bahwa Guest house,  ini sudah bekerja sama dengan Reddoorz sedangkan Plang Reddoorz tidak ada tidak terpasang di sini.

Pemilik mengatakan karena tidak memenuhi syarat untuk terpasang plang Reddoorz jadi jika untuk memasang plang  Reddoorz itu harus ada ketentuan khusus ungkap miliknya saat di hubungi Via WhatsApp.

Guest house ini pada hari biasa harganya Rp.150.000, (seratus lima puluh ribu rupiah) 
saat wiken kenaikan 3x lipat. menjadi Rp378.000  Hotel aja pada umumnya kenaikan dari Rp 50 sampe 100 tidak lebih dari itu, 
kenaikan Harga ga wajar, di tambah  gambar di aplikasi tidak sesuai dengan kenyataan, ini pembohongan publik "tegas Alek.

Alek menegaskan dirinya akan mengambil sikap akan melakukan komplen ke aplikasi dan akan melayangkan surat somasi kepada Pihak Reddoorz," tutupnya. (Team/1f)