3 Okt 2026

keistimewaan Pohon Dangdeur Picung pugur "penanda musim penghujan"

INDOMEDIANEWS - Sejarah merupakan sesuatu yang menjadi ciri keberadaan sebuah wilayah atau tempat yang dipercaya memiliki kekuatan ataupun keistimewaan yang tidak dimiliki oleh wilayah lain.
Salah satu sejarah dan keberadaan tempat yang memiliki keistimewaan adalah Desa Picungpugur, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Desa yang memiliki jumlah penduduk sebanyak kurang lebih 1360 KK, memiliki satu keistimewaan, yaitu adanya tiga pohon berukuran besar yang dikenal dengan nama Dangdeur atau Rangdu Alas.
Konon menurut beberapa cerita, pohon Dangdeur tersebut sudah berusia ratusan tahun dan hingga saat ini masih berdiri kokoh, bahkan diantara tiga pohon besar tersebut, terdapat sebuah makam yang berukuran besar dan dipercaya bahwa makam tersebut adalah makam kuda.
Dari informasi yang diperoleh melalui salah seorang perangkat desa picung pugur, Marsan, bahwa keberadaan Dangdeur dan makam kuda konon memiliki cerita yang istimewa.

"Pohon Dangdeur tersebut memiliki keistimewaan yang konon dipercaya memiliki ciri disaat akan datang musim penghujan, dimana jika akan memasuki musim penghujan, pohon Dangdeur tersebut akan dipenuhi oleh dedaunan yang rimbun, jadi cirilah sangat mudah, apabila dedaunan tersebut sudah sangat rimbun, maka tidak lama lagi musim penghujan akan datang" tuturnya, Senin, 14/09/2026.

Sementara keberadaan makam yang berukuran besar tersebut dipercaya diisi oleh kuda keraton.

"Menurut beberapa cerita orang tua, makam tersebut isinya adalah kuda atau delman yang merupakan tunggangan pangeran Cirebon, bahkan dari beberapa cerita, kerap dalam waktu tertentu terdengar ringkikan suara kuda, karena hal tersebutlah, akhirnya dipercaya bahwa pemakaman tersebut isinya adalah kuda berikut peralatannya" jelasnya.

Pohon Dangdeur yang berukuran besar dan dipenuhi ranting tersebut , tidak pernah menimbulkan sesuatu yang mencelakai warga sekitar.
Dalam artian, walaupun pohonnya besar dan banyak ranting yang menjuntai, jika mana ada ranting yang patah, tidak pernah menjatuhi rumah atau kediaman beberapa orang yang berdekatan dengan pohon tersebut.hal lainnya yang terjadi pada Dangdeur tersebut, hingga saat ini tidak ada yang berani untuk menebangnya, karena disaat akan dilakukan penebangan, dari pohon tersebut akan mengeluarkan getah yang berwarna seperti darah, hingga akhirnya tidak ada seorangpun yang berani untuk menebang pohon tersebut. Wallahua'lam.(1c)

1 Okt 2026

Musrenbangdes Picungpugur bahas efisiensi Anggaran

INDOMEDIANEWS - Dalam setiap Tahun Pemerintahan Desa merancang berbagai program yang dikemas dalam Musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa)
Hal ini pula yang dilaksanakan Pemerintah Desa Picungpugur, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Dengan adanya efisiensi anggaran yang ditetapkan pemerintah pusat, berdampak pada terhentinya berbagai program pembangunan yang bersifat peningkatan infrastruktur maupun yang sejenisnya.
Karena hal itulah, Musrenbangdes dilaksanakan dengan harapan Masyarakat bisa memahami dengan tidak adanya pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Desa Picungpugur, Kosim, usai acara yang dilaksanakan di Aula Kantor desa setempat, Kamis, 01/10/2026.

"Musrenbangdes  kali ini kami lebih menitik beratkan pada sosialisasi dan informasi kepada Masyarakat, bahwa untuk anggaran tahun 2027, Sementara tidak ada pembangunan infrastruktur, hal ini disesuaikan dengan adanya efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, jadi anggaran yang ada, hanya diperuntukan bagi operasional maupun honor Lembaga" tuturnya.

Senada hal tersebut disampaikan Kuwu Picungpugur, Saki.

"Untuk pembangunan mungkin tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, dan itu memang kenyataan karena ketidak tersediaan anggaran, namun demikian hal yang terpenting adalah honor Lembaga maupun operasional pemerintahan desa tetap aman, hingga pelayanan terhadap masyarakat masih dapat dilaksanakan dengan baik" jelasnya.

Sementara itu, Kasi Ekbang Kecamatan Lemahabang, Elang Samirasa menjelaskan tentang keterbatasan anggaran desa yang digulirkan untuk tahun 2027.

"Mau tidak mau memang dengan adanya efisiensi anggaran akan berdampak pada pemerintahan desa, hususnya dalam program peningkatan infrastruktur, namun demikian bukan berarti pemerintahan desa harus berhenti, justru dengan keterbatasan anggaran tersebut, bagaimana caranya pemerintah desa bisa berinopasi agar pembangunan yang sifatnya ringan atau swadaya bisa dilaksanakan, yang terpenting adalah pelayanan tetap berjalan dengan baik, dan honor Lembaga maupun penghasilan perangkat pemerintahan desa tetap bisa terjaga" jelasnya.(1c)

Kuartir Ranting Lemahabang ikuti lomba tingkat Kabupaten

INDOMEDIANEWS - pelepasan kontingen lomba tingkat 3 menuju kuarcab Cirebon kontingen kuartir ranting Lemahabang, untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten, yang akan dilaksanakan  pada Tanggal 2 sampai 4 Oktober 2026 bertempat di Lapangan Bola Astana langar, Losari Kabupaten Cirebon.
Kontingen Kwarran Lemahabang LT lll Kwarcab Kabupaten Cirebon sebagai salah satu perwakilan dari Kecamatan Lemahabang di even Kabupaten yang melibatkan 16 Anggota Pramuka dari SMPN 2 Lemahabang.
Usai acara pelepasan yang dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Lemahabang,  dihadiri beberapa unsur kepramukaan dan Camat Lemahabang, Yuyun Kusumawati, berjalan penuh dengan keceriaan.
Dalam pemaparannya, Ketua Kuaran Lemahabang, Andi Aggasi mengharapkan dengan dilaksanakannya acara tersebut mampu meningkatkan nilai persaudaraan dan silaturahmi antar Anak Bangsa.

"Untuk Mewakili dalam ajang lomba tingkat Kabupaten ini, sebanyak 16 siswa SMPN 2 Lemahabang tentunya diharapkan mampu memberikan yang terbaik" tuturnya, Kamis, 1 /10/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa peran Pramuka sangat penting dalam meniti kehidupan yang semakin maju dan berkembang.

"Keberadaan Pramuka sangatlah penting dalam meniti kehidupan yang semakin maju dan berkembang, mereka dididik tentang kedisiplinan, kebersamaan dan kepedulian akan sesama, oleh karenanya, kami berharap kontingen yang mewakili kecamatan Lemahabang mampu mengejawantahkan segala apa yang telah dipelajari selama mengikuti pelatihan kepramukaan, yang terpenting adalah mampu menjaga nama baik sekolah, keluarga, pribadi dan menjalani kehidupan dengan berbekal akhlakul Karimah dan tetap berkarya ditengah perkembangan global dan moderenisasi yang tidak terlepas dari ilmu dan pengetahuan yang berbasis digitalisasi" jelasnya. 

Sementara itu, Camat Lemahabang, Yuyun Kusumawati dalam pemaparannya menuturkan pentingnya keberadaan Pramuka.

"Pramuka itu adalah pelopor, perintis dan penunjuk dalam meniti kehidupan berbangsa dan bernegara, karena begitu pentingnya keberadaan Pramuka, diharapkan generasi muda mampu mengemban tugas dan tanggungjawabnya sebagai Anak Bangsa, kami mengharapkan dalam keikutsertaan kontingen yang diwakili oleh SMPN 2 Lemahabang, tidak hanya mampu menjaga citra, tapi berhasil meraih sesuatu yang patut dibanggakan, karenanya pesan kami kepada seluruh Anggota Pramuka yang mewakili Kecamatan Lemahabang, jaga nama baik dan terus berprestasi , utamakan persatuan dan kesatuan, karena itu adalah modal yang utama" jelasnya (1c)

30 Sep 2026

Warga Wangkelang gelar peringatan Maulid Nabi SAW dengan Albarjanji

Marhaban atau pembacaan Barjanji, adalah tradisi melantunkan syair berisi riwayat hidup, silsilah keturunan, pujian, serta doa kepada Nabi Muhammad SAW. 
makna dan dimensi penting dari pembacaan Kitab Barzanji:
Ungkapan Cinta (Mahabbah): Menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW melalui bait-bait sastra yang indah Teladan Sejarah (Sirah Nabawiyah): Memahami perjalanan hidup Rasulullah SAW mulai dari silsilah keluarga, masa kecil, pernikahan dengan Khadijah, hingga masa dakwah dan wafatnya.
Hal ini pula yang dilakukan Masyarakat bersama pemerintahan Desa Wangkelang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ratusan Masyarakat dari berbagai kalangan memadati Masjid As-Syuhada hingga kepekarangan yang berhadapan langsung dengan kantor Pemerintahan Desa setempat.
Seluruh Warga yang hadir bergemuruh melantunkan pembacaan kitab Barjanji dengan penuh rasa suka cita.
Dalam keterangannya, Sekretaris Desa Wangkelang, Encu Suharta, menuturkan perlunya menanamkan dan meningkatkan rasa kecintaan terhadap Kanjeng Rosulallah kepada semua lapisan, hususnya generasi muda.
"Melalui Barjanji, yang berisi kandungan tentang kecintaan kita terhadap sosok Kanjeng Rosulallah Muhammad SAW, didalamnya terkandung berbagai kisah tentang Kanjeng Nabi, kisah yang harus dan patut untuk kita Tauladani, oleh karenanya, melalui peringatan Maulid ini diharapkan rasa cinta kita terhadap Kanjeng Rosulallah akan terus tertanam ditengah perkembangan zaman yang semakin pesat dengan tekhnologi dan pengetahuan umum" tuturnya, Rabu, 30/09/2026.
Senda hal tersebut disampaikan Kuwu Wangkelang, Sakid, menuturkan kegiatan tersebut sekaligus syukuran atas selesainya pembangunan momolo masjid As-Syuhada.
"Peringatan Maulid Nabi tahun ini selain diisi dengan lantunan dan pembacaan Kitab Barjanji, sekaligus Syukuran atas selesainya pembangunan momolo masjid yang sudah lama dinanti, Alkhamdulillah, saat ini momolo masjid sudah berdiri kokoh dengan ornamen yang sangat mengagumkan, InsyaAllah, melalui peringatan Nabi dan kondisi tempat ibadah yang semakin baik, akan lebih meningkatkan kualitas ketakwaan dan keimanan warga Wangkelang pada hususnya, dan ummat Islam secara keseluruhan" jelasnya. (1c)


23 Sep 2026

Belajar Korup dari Program Bantuan Pemerintah

Penulis : R.Agus .S

Bantuan pangan berupa penyaluran beras sebanyak 30 Kg per KPM ( keluarga penerima manfaat ) kerapkali menimbulkan berbagai persoalan yang terus berulang, dari mulai pembagian yang tidak merata sampai adanya pungutan berdalih sukarela.
Pemerintah telah menerapkan aturan,  bahwa bantuan pangan berupa beras tersebut diberikan kepada  Masyarakat yang telah terdata dan menerima undangan sebagai penerima bantuan pangan.
Dalam aturan tersebut diantaranya adalah, setiap KPM menerima beras sebanyak 3 Karung atau 30 Kg dan tanpa ada pungutan atau gratis.
Sayangnya, dalam beberapa hasil temuan,  banyak Pemerintah Desa atau Puskesos yang melakukan pembagian tidak semestinya, dimana seharusnya beras yang diberikan sebanyak 3 Karung per penerima yang memiliki surat undangan, ternyata hanya menerima 2 karung, dengan dalih berdasarkan hasil musyawarah, bahwa yang 1 karung diberikan kepada warga yang tidak memiliki undangan.
Selain dari itu, ada juga oknum yang menerima pemberian dari warga penerima dengan nominal yang berpariasi, lagi-lagi berdalih pemberian itu diberikan secara sukarela oleh penerima bantuan.
Tidak berhenti sampai disitu, ternyata tidak sedikit warga yang menerima bantuan beras tersebut malah menjualnya kepada beberapa pihak, dengan berbagai dalih, ada yang mengatakan kualitas berasnya buruk, ada juga yang berdalih karena butuh untuk membeli lauk pauk.
Yang membuat miris adalah, disaat program ketahanan pangan berupa bantuan beras, kerap dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk meraup rupiah, betapa tidak, disaat pembagian beras, masyarakat yang menerima beras harus meggelontorkan rupiah yang nilainya tidak besar, namun memberi pendidikan prilaku korup kelas teri. 
Para penyalur berdalih, warga memberi secara sukarela, dan uang yang diperoleh untuk menunjang operasional.
Sementara dalam setiap penyaluran beras, pemerintah telah memberikan honor sebanyak Rp.3000 per KPM ( keluarga penerima manfaat) jika dalam satu desa ada 1000 KPM, maka honor yang diterima sebesar Rp.3000.000, lantas mengapa masih tetap menerima imbalan dari Masyarakat,seharusnya hal tersebut tidak terjadi, jika kita sama-sama belajar untuk tidak berbuat korup dan membiasakan kesalahan seolah menjadi hal yang biasa .
Dengan adanya hal tersebut, tentunya harus dilakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat dengan melibatkan penegak Hukum, diama salah satunya adalah jika ditemukan warga yang memberikan sesuatu kepada pihak penyalur, maka namanya harus dicoret dari data penerima, begitupun jika ada penyalur yang meminta sesuatu kepada penerima dengan dalih apapun, harus dilakukan penindakan Hukum.
Itulah mungkin salah satu solusi yang harus dilaksanakan, jika dari kedua ketentuan tersebut tidak bisa dilaksanakan, maka akan lebih baik Bansos atau program apapun yang ujungnya menyalahi aturan, akan lebih baik jika ditiadakan.

Siswa RA Al-Usama Japura Bakti kunjungi Polsek Lemahabang

INDOMEDIANEWS - Pengenalan sejak dini terhadap rambu lalulintas perlu ditanamkan kepada siswa didik agar memiliki bekal untuk masa depan guna memahami tentang tata tertib berlalulintas.
Hal ini pula yang dilakukan siswa didik RA Al-Usama Desa Japura bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Bersama para pendidik, sebanyak 50 Siswa RA berkunjung ke Polsek Lemahabang yang ditemui langsung oleh Kanit Lantas Polsek Lemahabang, AKP Djoko.
Menurut keterangan yang disampaikan kepala RA Al-Usama, Siti Aliyah, kedatangan para siswanya merupakan kegiatan edukasi tentang pengenalan rambu lalulintas.

"Selain berwisata, kegiatan tersebut merupakan edukasi kepada para siswa tentang pemahaman rambu lalulintas, hal ini sangat penting untuk diketahui dan dipahami, agar selain mengetahui tentang rambu lalulintas, siswa pun diharapkan lebih mencintai dan menghormati sosok anggota polri yang senantiasa mengayomi dan melayani Masyarakat " tuturnya, Rabu, 23/09/2026.

Selain memberikan pemahaman tentang rambu lalulintas, para siswa pun diajak berkeliling untuk mengetahui dan mengenal beberapa ruangan yang ada di Polsek, dari mulai ruang lantas hingga ruang tahanan.

Usai acara tersebut, Kanit Lantas Polsek Lemahabang, AKP  Djoko menuturkan, kedatangan para siswa dan pendidik ke Polsek Lemahabang, merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi jajaran kepolisian.

"Ini menandakan bahwa Masyarakat masih mencintai keberadaan polisi, diharapkan dengan adanya kedekatan antara Masyarakat dan polisi mampu meningkatkan nilai kebersamaan yang berdampak pada kesadaran untuk taat aturan, oleh karenanya, dalam kunjungan para siswa RA ini merupakan satu kebanggaan bagi kami, bahwa keberadaan kami masih dicintai, bahkan banyak Anak-anak saat ditanya apa cita-citanya, banyak yang menjawab ingin menjadi Polisi, ini tentunya sesuatu yang sangat membanggakan" tuturnya.(1c)