14 Sep 2026

keistimewaan Pohon Dangdeur Picung pugur "penanda musim penghujan"

INDOMEDIANEWS - Sejarah merupakan sesuatu yang menjadi ciri keberadaan sebuah wilayah atau tempat yang dipercaya memiliki kekuatan ataupun keistimewaan yang tidak dimiliki oleh wilayah lain.
Salah satu sejarah dan keberadaan tempat yang memiliki keistimewaan adalah Desa Picungpugur, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Desa yang memiliki jumlah penduduk sebanyak kurang lebih 1360 KK, memiliki satu keistimewaan, yaitu adanya tiga pohon berukuran besar yang dikenal dengan nama Dangdeur atau Rangdu Alas.
Konon menurut beberapa cerita, pohon Dangdeur tersebut sudah berusia ratusan tahun dan hingga saat ini masih berdiri kokoh, bahkan diantara tiga pohon besar tersebut, terdapat sebuah makam yang berukuran besar dan dipercaya bahwa makam tersebut adalah makam kuda.
Dari informasi yang diperoleh melalui salah seorang perangkat desa picung pugur, Marsan, bahwa keberadaan Dangdeur dan makam kuda konon memiliki cerita yang istimewa.

"Pohon Dangdeur tersebut memiliki keistimewaan yang konon dipercaya memiliki ciri disaat akan datang musim penghujan, dimana jika akan memasuki musim penghujan, pohon Dangdeur tersebut akan dipenuhi oleh dedaunan yang rimbun, jadi cirilah sangat mudah, apabila dedaunan tersebut sudah sangat rimbun, maka tidak lama lagi musim penghujan akan datang" tuturnya, Senin, 14/09/2026.

Sementara keberadaan makam yang berukuran besar tersebut dipercaya diisi oleh kuda keraton.

"Menurut beberapa cerita orang tua, makam tersebut isinya adalah kuda atau delman yang merupakan tunggangan pangeran Cirebon, bahkan dari beberapa cerita, kerap dalam waktu tertentu terdengar ringkikan suara kuda, karena hal tersebutlah, akhirnya dipercaya bahwa pemakaman tersebut isinya adalah kuda berikut peralatannya" jelasnya.

Pohon Dangdeur yang berukuran besar dan dipenuhi ranting tersebut , tidak pernah menimbulkan sesuatu yang mencelakai warga sekitar.
Dalam artian, walaupun pohonnya besar dan banyak ranting yang menjuntai, jika mana ada ranting yang patah, tidak pernah menjatuhi rumah atau kediaman beberapa orang yang berdekatan dengan pohon tersebut.hal lainnya yang terjadi pada Dangdeur tersebut, hingga saat ini tidak ada yang berani untuk menebangnya, karena disaat akan dilakukan penebangan, dari pohon tersebut akan mengeluarkan getah yang berwarna seperti darah, hingga akhirnya tidak ada seorangpun yang berani untuk menebang pohon tersebut. Wallahua'lam.(1c)

13 Sep 2026

Picung pugur bergemuruh "memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW "

INDOMEDIANEWS -Dibawah terik matahari yang menyinari langit picungpugur, ratusan warga Masyarakat dari berbagai wilayah datang dan memadati pelataran Masjid Al-Huda yang berdampingan dengan kantor pemerintahan Desa Picungpugur, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Kedatangan warga tersebut dalam rangka memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2026.
Dalam acara tersebut dimeriahkan pertunjukan musik hadroh yang sengaja didatangkan dari Bandung Jawa-barat.

Antusias warga tersebut sangat terlihat sejak sebelum acara inti dimulai, yaitu ceramah Islamiyah oleh Al-ustadz Muhammad Zarkasih, dari Bandung.

Halaman masjid tidak saja dipenuhi oleh para Muslimin dan Muslimat, namun dipenuhi dengan alunan salawat Nabi dan beberapa alunan irama Hadroh, semakin menambah kemeriahan acara tersebut.

Dalam sambutannya, Kuwu Picungpugur, Saki sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan acara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Kami atas nama pribadi dan pemerintah desa picung pugur, mengucapkan beribu terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif hingga terlaksananya acara ini dengan baik, kepada Masyarakat, Panitia, kelembagaan desa dan pihak lainnya yang begitu semangat menjadikan acara ini begitu meriah dan membanggakan, selain itu tentunya kami mohon maaf, jika dalam sambutan maupun hidangan yang disajikan kurang berkenan, InsyaAllah, dengan dilaksanakannya acara memperingati Maulid Nabi ini, semakin meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah, dengan salah satunya adalah mentauladani sosok Kanjeng Rosulallah SAW " tuturnya, Minggu, 13/09/2026.

Senada hal tersebut disampaikan Sekretaris Desa picungpugur, Kosim, usai acara.

"Kami bangga menjadi Masyarakat Picung pugur, berapa tidak, disaat kali kami menyelenggarakan kegiatan keAgamaan, warga sangat antusias saling sokong demi terlaksananya acara, seperti halnya peringatan Maulid Nabi tahun ini, warga picung dari berbagai kalangan saling membantu baik secara materi maupun lainnya, ini menandakan bahwa warga disini sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan, semoga melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad ini, kehidupan warga picung dalam segi Agama akan semakin baik dari yang sudah baik, harapan kami, melalui peringatan Maulid Nabi ini, norma dan kehidupan kita senantiasa mentauladani sosok Kanjeng Rosul" tuturnya. (1c)

Muslimat NU Ranting Sarajaya " Tauladani Sosok Kanjeng Rosul"

INDOMEDIANEWS -Muslimat NU Ranting Sarajaya, Kecamatan Lemahabang,Kabupaten Cirebon, menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, bertempat di Masjid Jami Nurul Iman, Minggu,13/06/2026.

Peringatan Maulid Nabi tersebut dihadiri beberapa unsur , diantaranya, Fatayat NU,Jami'ah Yasin Fadilah, Taqorrup, Jamiah Yasin pajaten, Istiqhisah, Jamiah Baitul Izzah, jamiah Yasin Nurul iman, tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, kelembagaan desa dan beberapa unsur lainnya .

Ketua Muslimat NU Ranting sarajaya, Hj Yuyun Zubaedah Sumarni, menuturkan pentingnya acara Peringatan Maulid Nabi terus dilaksanakan dalam setiap tahunnya.

"Peringatan Maulid Nabi merupakan satu acara keagamaan yang harus kita lestarikan dan junjung tinggi, karena melalui peringatan Maulid Nabi, kita mampu untuk mentauladani sosok Kanjeng Rosul dalam meniti dan menata kehidupan" tuturnya.

Hadir pula dalam acara tersebut sesepuh Ponpes Mansyaul ulum,KH.Hasyim Miftah, perwakilan Pemerintahan Desa, Ade Maryono, BPD, KH  Asnawi, DKM Ust/Ustajah, Muslimin dan Muslimat Desa Sarajaya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini menghadirkan penceramah dari Greged, Kiyai Ahmad Gojali ( Kiyai Cilik )

Dalam ceramahnya, Kiyai Cilik mengharapkan agar semua umat mampu menjadi sosok Manusia yang berakhlakul Karimah.

"Kanjeng Nabi telah memberikan kita banyak pengetahuan dan tuntunan menuju sesuatu yang baik dan diridloi Allah, maka dalam peringatan Maulid Nabi ini diharapkan kita sebagai umatnya agar mampu melaksanakan segala apa yang diwajibkan Allah, dan menjauhi segala larangan Allah, dengan mentauladani Kanjeng Rosul, kita sebagai manusia diharapkan bisa menjadi Umat yang senantiasa diridloi Allah dalam setiap meniti kehidupan, dan jangan hanya semata memeriahkan peringatannya saja, tetapi bagaimana caranya kita menjadi sosok yang berguna bagi Nusa, Bangsa, Agama dan keluarga" tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintahan Desa Sarajaya, Ade Maryono, mengucapkan rasa bangganya atas terlaksananya acara Peringatan Maulid Nabi yang dihadiri oleh Masyarakat dari berbagai kalangan.

"Masyarakat Sarajaya sangat antusias dalam mengikuti acara Maulid Nabi yang dilaksanakan di Masjid Jami Nurul Iman, semoga dengan adanya peringatan Maulid ini kita mampu memilah dan memilih dalam meniti kehidupan, karena dalam peringatan Maulid ini, banyak hal yang patut kita teladani dari Sosok Kanjeng Rosul, semoga kita semua termasuk hambanya yang kelak akan bersama berada di dalam Surganya Allah" tuturnya.(1c)




10 Sep 2026

Pemeriksaan TB Gratis " Menular tapi dapat disembuhkan"

INDOMEDIANEWS -TB /TBC = Tuberculosis merupakan Penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Masyarakat harus memahami, bahwa TB merupakan penyakit menular yang dapat diobati hingga sembuh.

TB Menular lewat udara. 
Kalau penderita TB batuk, bersin, atau berbicara, bakteri keluar jadi droplet kecil. 
Terhirup orang lain hingga  bisa menular 
Gejala Umum TB Paru yang paling sering
Batuk dalam jangka waktu lama , bisa berdahak atau berdarah.
Demam terjadi  terutama sore/malam hari .
Berkeringat malam sampai bisa membuat baju atau busana basah.
Berat badan turun drastis tanpa sebab.
Nafsu makan turun.
-Nyeri dada, sesak napas.

Kalau TB nya di organ lain = TB ekstra paru. Contoh: tulang, otak, kelenjar. Gejalanya sesuai organnya.

3. Cara pencegahan dan  Pengobatan:
1. Cek ke Puskesmas terdekat, Tes dahak, Rontgen, atau Tes Cepat Molekuler TCM
2. Obatnya gratis, Ada program dari Kemenkes. Namanya OAT = Obat Anti TB. Harus minum rutin 6-9 bulan sampai tuntas. Jangan putus , hingga bakterinya mati total.
3. Pencegahan
 - Tutup mulut pas batuk/bersin
 - Jemur kamar biar kena matahari
 - Ventilasi rumah dibuka
 - Vaksin BCG buat bayi.

Salah satu upaya yang diterapkan pemerintah guna mencegah terjadinya penularan TB dengan melibatkan beberapa Puskesmas yang mengadakan pemerikasaan secara langsung di seluruh Desa, guna mengetahui apakah ada warga atau Masyarakat yang terjangkit TB. 
Hal tersebut dilakukan pula oleh Dinas Kesehatan, dalam hal ini Puskesmas Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Dalam keterangan yang disampaikan Kepala Puskesmas Lemahabang, Dr.Zaenal, kegiatan pemeriksaan TB dilaksanakan diseluruh Desa yang ada di Kecamatan Lemahabang secara bergilir.

"Pemeriksaan tersebut diadakan di desa masing-masing, dimana dalam satu ada 100 warga yang dilakukan pemeriksaan secara gratis, tujuannya agar bisa diketahui, apakah warga tersebut terkena penyakit TB, tertular atau hanya sebatas penyakit biasa, oleh karenanya dengan adanya penjaringan ini diharapkan mampu untuk melakukan pencegahan sekaligus pengobatan bagi warga yang terkena TB, selain melakukan pemeriksaan secara gratis, setiap warga yang telah diperiksa akan diberikan uang kadedeh sebesar Rp.30.000 plus satu nasi kotak, ini bertujuan agar warga mau memeriksakan kesehatannya, khususnya terkait TB, kami beritahukan kepada seluruh Masyarakat, TB itu merupakan penyakit yang dapat menular, tetapi dapat diobati hingga sembuh, dengan catatan segera lakukan pemeriksaan" tuturnya, Kamis, 10/09/2026.

Lebih lanjut Zaenal menuturkan, bahwa pemeriksaan inindilaksanakan secara bergilir.

"Untuk hari ini pemeriksaan dilakukan di 4 Desa, yaitu, Sindanglaut, Leuwidinding, Picungpugur dan desa Tuk karangsuwung, setelahnya akan dilakukan pemeriksaan di beberapa desa lainnya" pungkasnya.(1c

8 Sep 2026

Bumdes Munjul Berkah Raih Penghargaan Performa Terbaik "Berkat kerja keras dan keterbukaan"

INDOMEDIANEWS– Para peternak ayam broiler mitra Ciomas Japfa Group se-Wilayah Cirebon dan Jawa Barat 3 berkumpul dalam acara pertemuan yang digelar di Hotel Aston Cirebon.  

Mengusung tema "Strategi Biosecurity", produk yang pas dan Tata Kelola Bisnis Mitra yang Modern, acara ini menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan strategi dalam meningkatkan produktivitas serta keuntungan usaha peternakan.

Dalam pertemuan tersebut, tim dari Ciomas Japfa memberikan presentasi terkait cara beternak ayam yang baik, mulai dari strategi pemeliharaan, penerapan biosecurity, hingga manajemen menjaga kesehatan ternak agar hasil panen tetap optimal dan menguntungkan.

Salah satu sorotan dalam acara ini adalah pemberian apresiasi kepada *Bumdes Munjul Berkah* yang dinobatkan sebagai Bumdes peternak dengan performa terbaik di wilayah Cirebon dan Jawa Barat 3. Pencapaian ini dinilai berkat konsistensi Bumdes Munjul Berkah dalam menerapkan tata kelola kandang modern, disiplin biosecurity, dan manajemen pemeliharaan yang baik.

“Keberhasilan Bumdes Munjul Berkah bisa menjadi contoh bagi mitra lain. Dengan menerapkan strategi yang tepat, beternak ayam broiler tidak hanya sehat, tapi juga bisa memberikan keuntungan berkelanjutan,” ujar perwakilan Ciomas Japfa dalam sambutannya.

Melalui kegiatan ini, Ciomas Japfa Group berharap seluruh mitra dapat terus meningkatkan kualitas budidaya, memperkuat sistem biosecurity, dan membangun bisnis peternakan yang lebih modern serta berdaya saing.

Sementara itu, Direktur BUMdes Munjul Berkah, Iin Rusnaeni, menuturkan keberhasilan yang dicapai berkat kerjasama dan semangat seluruh Anggota atau pengurus BUMdes.

"Semua capaian dan penghargaan yang kami raih berkat kerjasama dan semangat yang tinggi seluruh pengurus BUMdes, tanpa adanya keseriusan dan keinginan untuk maju, mustahil capaian ini kami raih" tuturnya, Selasa, 08/09/2026.

Lebih lanjut Iin menjelaskan, bahwa selama kepengurusan BUMdes , pihaknya semata hanya ingin membangun dan mengembangkan segala potensi yang ada demi terwujudnya sebuah Badan Usaha Desa mumpuni dan berdaya saing.

"Kunci dari keberhasilan yang selama ini tercapai adalah adanya keinginan bersama untuk memajukan dengan mengedepankan keterbukaan informasi yang bisa diketahui oleh seluruh pihak, intinya kami tidak semata mencari kehidupan dari BUMdes, namun bagaimana caranya kehadiran BUMdes ini bisa menjadikan atau meningkatkan kesejahteraan Masyarakat melalui berbagai program yang telah kami laksanakan, dan dengan diraihnya penghargaan tersebut, tentunya akan memicu semangat kami untuk terus mampu berkarya dan mengembangkan BUMdes ke arah yang lebih baik lagi, kamipun mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kinerja kami, baik Masyarakat, terlebih Pemerintahan Desa Munjul" pungkasnya.(1c)

Program bantuan beras " Dijual atau Dimakan ?"

Penulis : R.Agus Syaefuddin

Pemerintah pusat menggulirkan berbagai program bantuan sosial bagi Masyarakat kategori miskin.dari mulai BLT ( Bantuan Langsung Tunai ) Hingga ketahanan pangan berupa bantuan beras melalui program Bulog yang didistribusikan oleh pihak Pemerintahan desa kepada Masyarakat atau KPM (keluarga penerima manfaat)
Sayangnya bantuan tersebut tidak sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat yang masuk dalam kategori miskin.
Salah satunya adalah program ketahanan pangan berupa bantuan beras.
Tujuan penyaluran bantuan beras ini adalah agar Masyarakat kelas bawah tidak kesulitan untuk membeli atau memiliki beras.sayangnya, tidak semua beras bantuan tersebut dinikmati oleh para penerima, beberapa alasan mengapa beras tersebut tidak dinikmati secara langsung.
1. Alasan warga tidak mau menikmati atau menjadikannya sebagai salah satu makanan pokok, karena kualitas berasnya rendah, walaupun tertera beras premium, tetapi konon rasanya tidak enak dan baunya sedikit apek.
2. Karena terbentur kebutuhan lainnya, hingga beras bantuan tersebut terpaksa dijual kepada beberapa pengepul.

Hal ini tentunya bertolak belakang dengan fenomena yang terjadi selama bantuan tersebut diberikan, betapa tidak, disaat penyaluran beras dilaksanakan, Masyarakat rela antri sejak pagi di Kantor Desa atau tempat dimana beras tersebut disalurkan, bahkan tidak sedikit warga yang tidak menerima bantuan, melakukan protes kepada pihak penyalur.

Sangat disayangkan, disaat beras bantuan tersebut diterima, banyak diantara warga malah menjualnya kepada beberapa pengepul yang siap menampung beras warga dengan harga yang bervariasi, dari mulai Rp.90.000 per satu karung ( 10 kg ) sampai Rp.100.000 per satu karung ( 10 Kg)

Realita ini terjadi karena adanya dua alasan klasik, yaitu kualitas berasnya yang buruk dan warga lebih membutuhkan uang.

Dalam penyaluran bantuan beras kali ini, setiap KPM akan menerima bantuan sebanyak 3 karung beras ( 30 Kg ) karena banyaknya jumlah bantuan yang diterima, maka Masyarakat berkesimpulan untuk menjual 1 atau 2 karung beras kepada para pengepul.

Dari kesimpulan diatas, saling memanfaatkan terjadi dalam program bantuan beras tersebut.

1. Warga merasa akan lebih baik menjual beras karena kualitasnya kurang bagus, dan hasil penjualannya bisa untuk membeli lauk pauk atau hal lainnya.

2.pengepul bisa membantu warga dengan membeli beras dengan harga murah dan bisa menjualnya lagi jika ada yang membutuhkan, tentunya dengan harga sesuai kebutuhan.

3. Penyaluran beras melalui Puskesos di desa masing-masing, kerap kali memanfaatkan dengan dalih tanpa pungutan namun atas kesadaran warga sendiri memberikan dengan nilai sukarela ( relatif ) antara kisaran Rp.5000 sampai Rp .10.000 per KPM, walaupun ada juga warga atau Masyarakat yang tidak memberi.

Karena banyak pihak yang diuntungkan, maka program bantuan beras tetap berjalan, walaupun banyak dalih kualitasnya buruk.

Masyarakat diuntungkan karena menerima bantuan beras cuma-cuma, kalaupun harus merogoh kocek untuk sekedar ucapan terimakasih, tidak lebih dari Rp.10.000, setelah itu bisa dijual kepada para pengepul dengan harga relatif tinggi , selain itu, penyalur, dalam hal ini Puskesos bisa menerima uang tanda kasih dari warga penerima, dengan nilai tidak seberapa tetapi jika dikalikan bisa mencapai angka lumayan ( jika satu desa ada 1.000 kpm, kalikan Rp.5000 atau Rp.10.000 maka hasilnya sangat menggiurkan).

Dari kejadian tersebut, maka program bantuan beras tetap menguntungkan banyak pihak, terlepas dari mutu atau kualitas yang banyak dikeluhkan. Kita hanya bertanya, apakah program tersebut memang layak atau hanya dijadikan ajang bisnis, karena kualitas beras yang demikian hanya diberikan kepada Masyarakat miskin, sementara konon katanya kualitas beras di Indonesia sangat bagus, bahkan diminati banyak Negara, sementara beras bagi warga miskin kualitasnya sangat jauh dari harapan, apakah beras untuk si miskin ini benar-benar beras produk dalam Negeri, atau beras hasil barter dengan Negara lain, hingga program bantuan ini merupakan permainan bisnis yang sangat menggiurkan, dengan tetap mengedepankan dalih untuk membantu Masyarakat miskin.

Penulis hanya berharap, jika program tersebut hanya menguntungkan sebagian pihak, dan Masyarakat merasa beras yang diterimanya kualitasnya tidak sesuai harapan, maka alangkah baiknya program bantuan beras tersebut dihentikan dan dialihkan ke program pendidikan atau kesehatan.
Jangan sampai, dengan mengatasnamakan Masyarakat miskin, prilaku pungli atau korupsi terus abdi di Nusantara tercinta.mulailah belajar berantas pungli dan korupsi berawal dari diri sendiri.