6 Nov 2026

Joko Widodo bukan Manusia sempurna " tetapi dia adalah bapak Bangsa"

Penulis :R.Agus Syaefuddin

Ilmu jika tidak dibarengi dengan adab akan membawa kita pada kehidupan yang membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan.
Itulah kata yang tepat disaat kita menyaksikan persidangan terkait polemik ijazah milik mantan orang nomor satu di Republik ini.
Didepan persidangan, kita disajikan sebuah pertunjukan yang mengharukan,menjengkelkan bahkan membuat mata kita sedikit terbuka untuk menyaksikan sesuatu yang mungkin tidak seharusnya kita saksikan.
Saling adu pendapat antara yang menyangkakan dan yang disangkakan.
Masyarakat Indonesia menyaksikan dengan penuh cermat saat persidangan yang menghadirkan Joko Widodo harus duduk dibangku persidangan.
Kehadiran Orang yang pernah memimpin Republik ini selama dua periode hanya untuk membuktikan, bahwa ijazah yang dimilikinya adalah asli.
Sayangnya, walaupun ijazah yang dimilikinya telah diperlihatkan, tidak membuat sang penyudut atau pembuat kegaduhan mengakui, bahwa ijazah tersebut asli.
Dari peristiwa persidangan tersebut, secara kasat mata kita dapat melihat, siapa yang berilmu dan beradab, dan siapa yang berilmu tapi tidak memiliki adab.
Terlepas dari suka atau tidak selama Jokowidodo memimpin Negeri ini, tetapi tetap harus kita akui, bahwa Joko Widodo adalah sosok yang pernah berjasa membangun Negeri.
Kekurangan selama memimpin pasti ada pada sosok Joko Widodo, namun jangan menutup mata dan juga hati, ada beberapa keberhasilan yang telah beliau lakukan.
Dalam persidangan, kita harus akui, adab yang dimiliki Joko Widodo begitu mempesona, dengan tutur kata yang lemah lembut dan gestur tubuh yang memperlihatkan kesopanan sebagai ciri Bangsa Indonesia, membuat kita terenyuh dan menyayangkan terjadinya peristiwa seperti yang terlihat dimasa persidangan.
Mantan Orang nomor satu ini sampai harus mengambil berkas yang terserak dibawah dan berjalan menuju Hakim sekaligus memperlihatkan ijazah miliknya.
Jika kita membuka mata dan hati dengan bijak, seharusnya hal tersebut tidak terjadi.
Keaslian Ijazah yang dimikinya telah dibenarkan oleh pihak kampus dimana dirinya pernah menimba ilmu, yaitu Universitas Gajah Mada.bahkan demi memenuhi keinginan segelintir orang yang mengatasnamakan Rakyat, Ijazah tersebut diperiksa oleh pihak kepolisian melalui uji forensik, yang lagi-lagi menunjuka bahwa ijazah tersebut asli.
Sayangnya hal tersebut tidak membuat segelintir orang yang konon memiliki ilmu dan keahlian sebagai peneliti, mengakui bahwa ijazah tersebut Asli.
Para peneliti tersebut menuntut agar persoalan ijazah masuk di persidangan untuk disaksikan oleh seluruh Rakyat Indonesia.
Namun kembali pada pernyataan awal, jika Ilmu tidak dibarengi dengan adab, maka kebenaran tetap akan ditolak dengan berbagai dalih.
Atas peristiwa yang menyita banyak perhatian tersebut, kita menyimpulkan, bahwa sebagai Manusia yang memiliki ilmu atau kelebihan, akan bermanfaat jika dibarengi dengan adab, karena jika hanya memiliki Ilmu dan merasa paling benar, maka tidak ubahnya dengan Iblis, berapa hebat dan berilmunya Iblis, hanya karena tidak memiliki adab, maka si gagah dan pintar itu harus menjadi mahluk yang terkutuk.
Terlepas dari keilmuan atau kepandaian yang dimiliki, kita harus bercermin dan mawas diri, jika orang tua kita yang telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, harus diperlakukan seperti halnya Joko Widodo saat duduk dibangku persidangan dan ada kesan dipermalukan, bagaimana perasaan kita.
Penulis hanya berharap, sebagai Anak Bangsa, jangan sampai membenci seseorang secara berlebih, jangan lupakan sejarah dan jangan lupakan sesuatu yang bernama adab.
Jika kita mengedepankan adab, Niscaya kebenaran akan terlihat secara pasti, walaupun diterjang dengan berbagai badai dan mereka yang hanya memiliki keilmuan yang luar biasa.
Inti dari semua urutan kata diatas adalah, Allah membenci sesuatu yang berlebihan.
Maka jika membenci seseorang janganlah berlebihan, karena kebenaran sejatinya hanya milik Allah. Wallahua'alam

Judol berdampak pada penghapusan data penerima Bansos

INDOMEDIANEWS - Banyaknya Masyarakat yang terjerat permainan Judol ( Judi Online ) berimbas pada penghapusan data penerima Bantuan Sosial ( Bansos ) 
Tidak sedikit KPM ( keluarga penerima manfaat ) yang mengeluhkan kepada pihak Desa terkait dihapus dari data sebagai penerima Bansos.
Ternyata salah satu penyebab terjadinya penghapusan tersebut karena disinyalir salah satu keluarganya yang tercantum dalam KK ( Kartu Keluarga ) terindikasi bermain Judol.
Dari informasi yang disampaikan TKSK Kecamatan Lemahabang, Dede, menjelaskan, untuk Warga penerima Bansos di Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon,beberapa diantaranya harus dihapus karena terkendala oleh Judol.

"Dari data yang kami terima, untuk kecamatan Lemahabang yang warganya dicoret sebagai penerima bantuan sosial sebanyak 1169 KPM, dan penyebabnya adalah terindikasi karena Judol, bahkan dari data yang ada, Kecamatan Lemahabang, masuk peringkat ke 8 SE Kabupaten Cirebon yang warganya terindikasi bermain Judol" tutur Dede, Jum'at 06/11/2026.

Lebih lanjut Dede menuturkan, persoalan Judol ini berdampak pada keluarga penerima manfaat.

"Kebanyakan penerima Bansos, hususnya orang tua tidak memahami hal tersebut, karena yang bermain Judol itu bisa anak atau keluarga yang tercantum di KK, jadi seolah tiba -tiba datanya dihapus, dan penghapusan data tersebut langsung dilakukan oleh Pusat" jelasnya .

Sementara itu, saat pihak kecamatan Lemahabang menggelar Musdes di Desa Leuwidinding, diketahui ada beberapa warga setempat yang terhapus datanya sebagai penerima Bansos dikarenakan Judol, hal ini disampaikan Fasilitator Puskesos Leuwidinding, Yuyun.

"Menurut data yang ada, sebanyak 64 warga penerima bantuan sosial yang dihapus sebagai penerima diakibatkan karena terindikasi Judol, ini tentunya berdampak secara langsung bagi penerima, kami dari pihak Desa hanya mampu menjelaskan kepada warga yang datanya terhapus sebagai penerima, karena hal tersebut sepenuhnya bukan kewenangan pihak desa, selain dari itu, permasalah yang sangat membuat kami pusing adalah mengenai persoalan Desil, banyak warga yang protes tentang adanya Desil, yang mampu kami lakukan untuk sementara ini adalah perubahan data melalui sanggahan, dan itu tidak mudah, namun kami tetap berusaha agar Desil tersebut bisa diperbaiki" jelasnya.(1c)

5 Nov 2026

Kebanggaan Orang tua saat menyaksikan wisuda sang putra

INDOMEDIANEWS - Kebanggaan dan kebahagiaan terlihat jelas pada raut wajah kedua orang tua saat melihat anaknya berhasil menyelesaikan pendidikan di bangku perkuliahan selama kurun waktu 4 tahun.
Hal tersebut pun seperti yang dirasakan pasangan Hendri Ghozali dan Siti Maemunah, saat menghadiri acara wisuda putra pertamanya, Akhmad Bahiz Arbinsyah, yang berhasil menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Tehnik Sipil Universitas Muhadi Setia Budi, Brebes Jawa Tengah, Kamis, 29/10/2026.

Keberhasilan putra pertamanya tersebut menjadikan semangat untuk meniti masa depannya kearah yang lebih baik, hal tersebut disampaikan Bapak Hendri Ghozali didampingi istrinya, Siti Maemunah.

"Salah satu tugas orang tua adalah memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra atau putrinya, dan hari ini kami sangat bangga dan berbahagia, karena jerih payah kami selaku orang tua selama ini berbuah manis, yaitu dengan telah berhasilnya putra kami menyelesaikan jenjang pendidikan di universitas Muhadi setiabudi Brebes Jawa tengah , ini tentunya suatu kebanggaan yang luar biasa" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, dengan telah diwisuda anaknya yang menandakan telah lulus dalam mengemban ilmu pendidikan dibangku perkuliahan, berharap akan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi keluarga, Nusa maupun Agama.

"Semoga Ilmu yang telah didapat dapat diejawantahkan dalam kehidupan dan masa depannya, sebagai orang tua hanya berpesan, gunakan ilmu yang telah diperoleh dan manfaatkan dalam hal yang positif, semoga apa yang menjadi harapan dapat terealisasi dengan baik, dan senantiasa dalam ridlo Allah SWT" pungkasnya.

Sementara itu, Akhmad Bahiz Arbinsyah. Yang akrab disapa Abin, mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada kedua orang tua dan seluruh keluarga yang telah memberinya sesuatu yang sangat baik.

"Saya hanya bisa mengucapkan takjim dan terimakasih kepada kedua orang tua, yang telah begitu gigih memberikan yang terbaik kepada saya hingga dapat menyelesaikan pendidikan dibangku Kuliah, InsyaAllah, ilmu yang telah saya dapat selama pendidikan mampu dimanfaatkan untuk sesuatu yang positif dan berguna bagi Bangsa, Negara maupun Agama, sebagai seorang Anak hanya mampu berucap syukur dan terimakasih, semoga jerih payah Orang tua dan keluarga mendapat limpahan pahala yang berlipat dari Allah SWT" ucapnya lirih.(1c)

Kantor Desa Sarajaya terlihat kumuh "dampak pemangkasan Anggaran"

INDOMEDIANEWS - Dampak dari adanya efisiensi atau pemangkasan anggaran yang dilakukan perintah pusat terhadap pemerintah desa, mengakibatkan banyaknya perubahan program pembangunan dan hal lainnya yang telah dibahas sebelumnya melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes )
Pemangkasan terhadap anggaran desa tersebut salah satu penyebabnya adalah tersedot karena adanya program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, yang menelan anggaran tidak sedikit.
Salah satu dampak pemangkasan anggaran yang terlihat jelas adalah Desa Sarajaya, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Sejak terjadinya pemangkasan Anggaran, saat ini kondisi kantor desa tersebut terlihat terbengkalai dan tidak sedap untuk dipandang mata.
Terbengkalainya pembangunan kantor atau Aula desa tersebut disampaikan Kaur perencanaan Desa Sarajaya, Cahya Nopika Mulyo.

"Sejak adanya pemangkasan anggaran, pembangunan kantor atau Aula Desa kami terhenti dan tidak bisa dilanjutkan, karena memang tidak adanya anggaran, semula pembangunan tersebut dilaksanakan disaat anggaran desa masih penuh, namun ditengah perjalanan, pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran, sejak saat itulah sampai saat ini pembangunan tersebut terhenti, hingga akhirnya akhirnya desa kami terlihat kumuh atau tidak sedap dipandang mata" tuturnya, Kamis, 05/11/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, persoalan desa tidak berhenti sampai disitu, dampak yang dirasakan hingga saat ini adalah adanya kendala honor Lembaga Desa yang hingga saat ini belum bisa dicairkan.

"Salah satu kendala lainnya adalah terhambatnya pencairan honor atau tunjangan kelembagaan yang dananya dari Banprov Jawa-barat, sesuai mekanisme, tunjangan tersebut diberikan 4 tahap dalam satu tahun, sedangkan untuk tahap 2 saja hingga saat ini belum dicairkan, sementara pengajuannya sudah dilakukan sejak lama, sementara tahun 2026 ini beberapa saat lagi akan berakhir, jadi kami juga merasa bingung, bagaimana bisa dicairkan 4 tahap, sedangkan tahap 2 saja belum, selain itu kebijakan penggunaan anggaran yang berasal dari bantuan provinsi, sepenuhnya penggunaannya diatur oleh pihak provinsi, jadi desa tidak bisa berbuat apa-apa, kami berharap ada kebijakan dan aturan yang dikaji ulang, agar Program pemerintahan desa bisa berjalan dengan baik" pungkasnya.(1c)

4 Nov 2026

Terindikasi Judol "145 warga Cipeujeuh wetan" dihapus sebagai penerima Bansos

INDOMEDIANEWS - Musyawarah Desa hasil verifikasi dan validasi data terpadu sosial ekonomi nasional ( DTSEN ) wajib dilakukan oleh seluruh desa.
Salah satunya dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Cipeujeuh wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan Musdes terkait DTSEN merupakan salah satu upaya untuk melakukan pembenahan data kependudukan dan menyelesaikan persoalan pendataan yang selama ini kerap terjadi persoalan dengan istilah tidak tepat sasaran.  
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di salah satu ruangan pemerintahan Desa setempat. 

Kasi Ekbang Kecamatan Lemahabang, Elang Samirasa, dalam acara Musdes tersebut menuturkan, kegiatan ini merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan setiap bulannya.

"Musdes DTSEN sangat penting dan harus dilakukan setiap satu bulan sekali,mengapa demikian, karena dalam Musdes tersebut kita mengetahui ada persoalan apa dan bagaiman menyelesikannya, terlebih menyangkut data kependudukan, karena begitu pentingnya, maka harapan kami kepada seluruh Pemerintahan Desa untuk melaksanakan kegiatan ini sebaik mungkin, jangan sampai ada persoalan yang terjadi pada Masyarakat, kita tidak memahami bagaimana cara menyelesaikannya" jelasnya,Rabu,04/11/2026.

Sementara itu, kordiator Puskesos Cipeujeuh wetan, Ria, menuturkan adanya beberapa persoalan yang menyangkut Bansos.

"Menurut kami acara Musdes ini sangat penting, karena selain untuk memberikan pemahaman kepada Masyarakat penerima bantuan sosial yang menghadapi persoalan , semisal adanya penghapusan sebagai penerima manfaat atau terjadinya Desil yang dirasa tidak sesuai, oleh karenanya Musdes ini sangat penting untuk dilaksanakan secara rutin" tuturnya.

Lebih lanjut Ria menuturkan, dengan adanya Desil dan pendataan yang ada saat ini, beberapa KPM terhapus.

"Ada beberapa KPM ( Keluarga Penerima manfaat ) yang terhapus sebagai penerima karena adanya beberapa hal, terlepas dari peningkatan Desil, juga ada yang dihapus karena terindikasi Judol, untuk desa kami saja, ada sekitar 145 warga yang terhapus sebagai penerima Bansos karena terindikasi judol, oleh karenanya, melalui Musdes ini sebagai salah satu upaya untuk memberikan pemahaman dan bagaimana caranya agar masyarakat bisa memperoleh Bansos dan hal lainnya" tuturnya.(1c)

Disnaker Kabupaten Cirebon apresiasi Kec Lemahabang "Peduli Difabel"

INDOMEDIANEWS -Forum Komunikasi Difabel Cirebon ( FKDC) bersama Dinas ketenaga kerjaan ( Disnaker ) menggelar pelatihan bertajuk pemberdayaan lanjutan Disabilitas pembuatan Souvenir dengan menggunakan mesin laser.

Kegiatan tersebut adalah memberikan pelatihan dan pendidikan bagi kaum difabel untuk dapat menggunakan mesin laser sebagai salah satu alat penunjang pembuatan ragan kerajinan ( Souvenir ) .pelatihan sendiri akan dilaksanakan selama 10 hari dan diikuti oleh beberapa difabel dari dua kecamatan, yaitu kecamatan Greged dan kecamatan Lemahabang.

Acara yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Lemahabang tersebut dihadiri Sekretaris Disnaker Kabupaten Cirebon,Kabid Dinas Ketenaga kerjaan Kabupaten Cirebon, Kadis Ketenaga kerjaan Kabupaten Cirebon, Camat Lemahabang dan beberapa pengurus FKDC juga  Sahabat difabel dari dua kecamatan.

Dalam keterangannya, Ketua FKDC,Mujib menjelaskan, bawa acara tersebut merupakan pelatihan dan pembekalan bagi kaum difabel untuk lebih meningkatkan kemapuan dalam berkarya.

"Ada 10 rekan disabilitas yang mengikuti pelatihan tersebut, 7 diantaranya dari Kecamatan Lemahabang dan 3 dari kecamatan Greged, mereka akan melaksanakan pelatihan selama 10 hari, dimana pelatihannya adalah untuk pembuatan souvenir dengan menggunakan laser" tuturnya, Rabu, 04/11/2026.

Lebih lanjut Mujib menjelaskan, beberapa bahan yang dapat dimanfaatkan untuk penunjang pembuatan souvenir .

"Untuk sementara, bahan yang dipergunakan untuk pelatihan menggunakan akrilik dan triplek, kedepannya bisa menggunakan kulit sapi atau kulit kambing,dimana bahan yang ada bisa dipergunakan untuk pembuatan ID card atau ragam kerajinan lainnya, harapan kami setelah mengikuti pelatihan, saudara difabel semakin memiliki kemampuan lebih untuk berkarya dan berkreasi, terealisaisinya acara tersebut berkat adanya dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Cirebon, FKDC Mitra Sigab Indonesia dengan dkungan penuh Pemerintah Asutralia Indonesia melalui program inklusi" jelasnya.

Sementara itu, Camat Lemahabang, Yuyun Kusumawti, menyambut dan merespon baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon dan FKDC.

"Pelatihan yang digagas dan kerjasama Dinas Ketenaga kerjaan Kabupaten Cirebon beserta FKDC dan kaum disabilitas sangat positif, bukan semata memberikan pelatihan dan pendidikan keterampilan, nanun lebih dari itu, agar para saudara disabilitas mampu berkreasi dengan sarana atau alat yang memadai, seperti dengan penggunaan laser, ini tentunya merupakan sebuah kemajuan yang sangat pesat" tuturnya.

Senada hal tersebut disampaikan Kadis Ketenaga Kerjaan Kabupaten Cirebon, 
Novi Hendrianto, S.STP., M.Si, dirinya sangat merespon dan mendukung kegiatan yang dimotori oleh FKDC .

"Pada prinsipnya kami sangat merespon dan mendukung kegiatan yang dilakukan oleh FKDC, termasuk salah satunya pelatihan yang saat ini tengah dilaksanakan, semua ini bisa terealisasi dengan baik karena adanya peran serta pihak Kecamatan, hususnya Bu Camat Yuyun, yang begitu penuh semangat mendukung keberadaan para saudara disabilitas, yang lebih membanggakan, di kecamatan lemahabang merupakan yang pertama dan menjadi pelopor terkait keberadaan difabel, kami sangat berharap, dengan adanya pelatihan tersebut semakin mampu mengembangkan kreasi atau hasil karya dari saudara difabel kita" jelasnya.

Saat ditanya terkait persoalan pemasaran, Novi menegaskan.

"Kedepan ada kegiatan berupa pelatihan marketing digital, semoga dengan adanya hal tersebut, pemasaran dari produk saudara disabilitas ini akan semakin baik, dan pemasarannya pun akan semakin berkembang" pungkasnya .(1c)