3 Sep 2026

Dua Tahun Berdiri, Museum Topeng Cirebon Kembangkan Jejaring Budaya Internasional

INDOMEDIANEWS  – Museum Topeng Cirebon memasuki usia dua tahun. Momentum tersebut diperingati melalui syukuran yang dihadiri Wali Kota Cirebon Effendi Edo, Rabu (2/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas perjalanan Museum Topeng Cirebon yang hingga kini terus berkembang. Menurutnya, usia dua tahun mungkin terbilang singkat, namun menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah ruang kebudayaan untuk terus tumbuh sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi kepada masyarakat.

"Dua tahun mungkin terlihat singkat, tetapi bagi sebuah ruang kebudayaan, dua tahun merupakan bagian penting dari perjalanan untuk terus tumbuh dan memperkenalkan kekayaan tradisi kita," ujar Wali Kota.

Ia mengatakan, Cirebon tidak hanya memiliki sejarah yang panjang, tetapi juga kekayaan seni dan budaya yang beragam. Salah satunya adalah seni topeng Cirebon yang telah menjadi bagian dari identitas budaya daerah.

Bagi Wali Kota, topeng tidak sebatas benda seni yang memiliki nilai estetika. Di balik setiap bentuk dan karakter topeng terdapat cerita, filosofi, karakter, serta nilai kehidupan yang menggambarkan perjalanan panjang budaya Cirebon yang diwariskan secara turun-temurun.

"Topeng bukan sekadar benda seni. Di dalamnya ada cerita, karakter, filosofi, nilai-nilai kehidupan, dan perjalanan panjang budaya Cirebon yang diwariskan dari generasi ke generasi," katanya.

Karena itu, keberadaan Museum Topeng Cirebon dinilai memiliki arti penting. Museum diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan memamerkan koleksi, tetapi juga menjadi ruang belajar, berdiskusi, berkreasi, serta mengenal kembali akar budaya Cirebon.

Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada para seniman, budayawan, pengelola museum, komunitas, serta seluruh pihak yang selama ini ikut menjaga keberlangsungan seni dan tradisi Cirebon.

"Pemerintah Kota Cirebon tentu berharap Museum Topeng Cirebon terus berkembang dan semakin dikenal, bukan hanya oleh masyarakat Cirebon, tetapi juga oleh masyarakat dari berbagai daerah, bahkan wisatawan mancanegara," tuturnya.

Ia menegaskan, museum perlu menjadi ruang budaya yang hidup. Artinya, masyarakat tidak hanya datang untuk melihat koleksi, tetapi juga mendapatkan pengalaman, pengetahuan, dan inspirasi.

Terlebih di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan semua pihak. Generasi muda, kata Wali Kota, perlu diberikan ruang untuk mengenal dan mencintai budaya daerah, sekaligus diberi kesempatan untuk mengembangkannya dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman.

"Saya percaya, budaya yang terus diperkenalkan dan diwariskan tidak akan pernah kehilangan tempat. Justru ketika dikelola dengan baik dan dikemas secara kreatif, budaya dapat menjadi kekuatan bagi daerah, termasuk dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon Agus Sukmajaya mengungkapkan, Museum Topeng Cirebon merupakan museum pertama milik Pemerintah Daerah Kota Cirebon. Museum tersebut resmi berdiri pada 2 September 2024 dan kini telah memasuki tahun kedua.

Selama ini, lanjut Agus, seni topeng Cirebon kerap hanya dikenal melalui lima wanda utama, yakni Panji, Rumyang, Tumenggung, Kelana, dan Samba.

Padahal, kekayaan karakter topeng Cirebon jauh lebih luas. Salah satunya berkaitan dengan tradisi wayang wong Cirebon yang memiliki ciri khas berbeda dengan tradisi wayang wong di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

"Kalau di daerah lain wayang wong menggunakan orang yang wajahnya dirias atau dilukis sesuai karakter. Di Cirebon, wayang wong menggunakan topeng sebagai representasi karakter. Setelah diinventarisasi, ternyata karakter topeng Cirebon jumlahnya lebih dari 750," ungkapnya.

Kekayaan tersebut, kata Agus, menunjukkan bahwa topeng Cirebon memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikaji, dikenalkan, dan dikembangkan. Cerita-cerita pewayangan yang selama ini dikenal melalui wayang kulit di sejumlah daerah, di Cirebon juga hadir dalam bentuk karakter topeng.

Saat pertama kali diresmikan, Museum Topeng Cirebon memiliki sekitar 130 koleksi, yang terdiri atas 100 replika wayang wong serta koleksi topeng lama dari keluarga Nani dan Subrata.

Jumlah tersebut kemudian bertambah signifikan pada tahun berikutnya. Museum mendapatkan hibah sekitar 500 koleksi topeng dari keluarga Nani Taufik yang turut memperkaya koleksi museum.

Selain bangunan utama yang menyimpan koleksi topeng Cirebon, saat ini terdapat pula bangunan Narada yang menjadi bagian dari pengembangan museum. Bangunan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum Iman Taufik, dengan membawa koleksi workshop dan galeri miliknya dari Kuningan ke Cirebon.

"Dalam satu tahun kita mendapatkan tambahan sekitar 500 koleksi. Ini menunjukkan bahwa museum terus berkembang, bukan hanya dari sisi jumlah koleksi, tetapi juga dari sisi cerita dan pengetahuan yang bisa kita sampaikan kepada masyarakat," katanya.

Memasuki tahun kedua, Disbudpar Kota Cirebon mulai menyiapkan langkah yang lebih besar. Tidak hanya memperkuat posisi Museum Topeng Cirebon sebagai pusat pelestarian budaya lokal, tetapi juga membuka peluang untuk menjadikannya sebagai museum topeng berjejaring internasional.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelaksanaan Cirebon Mask Festival pada November mendatang. Festival tersebut dirancang dengan menghadirkan delegasi dari sejumlah negara.

Agus menyebutkan, hingga saat ini sudah ada beberapa negara yang mengonfirmasi keikutsertaan, di antaranya Korea Selatan, Malaysia, Myanmar, dan Singapura. Para delegasi nantinya tidak hanya tampil dalam festival, tetapi juga direncanakan menyerahkan topeng dari negara masing-masing sebagai hibah kepada Pemerintah Kota Cirebon.

"Kami ingin Museum Topeng Cirebon ke depan tidak hanya berbicara tentang koleksi topeng Cirebon, tetapi bisa berkembang menjadi museum topeng internasional. Melalui Cirebon Mask Festival, kami berharap ada pertukaran budaya sekaligus penambahan koleksi dari berbagai negara,” kata Agus.

Menurutnya, konsep tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Jika ke depan semakin banyak negara yang terlibat dalam festival, koleksi internasional Museum Topeng Cirebon juga berpotensi terus bertambah.

Di sisi lain, keberadaan museum juga mulai menunjukkan minat masyarakat. Dalam dua tahun, tercatat lebih dari 18.000 kunjungan ke Museum Topeng Cirebon.

Agus menilai angka tersebut menunjukkan bahwa museum memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Kota Cirebon.

Ke depan, Disbudpar juga menyiapkan pengembangan program pertunjukan rutin di kawasan museum. Rencana tersebut tengah dijajaki bersama sejumlah mitra, termasuk Yayasan Prima Ardhiantana dan Politeknik Pariwisata.

"Pertunjukan rutin diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung sekaligus memperkuat keterkaitan antara museum, seni pertunjukan, dan pariwisata," pungkasnya (1c)

Bantuan Traktor diharapkan mampu meningkatkan kinerja Kelompok Tani Si Watu

INDOMEDIANEWS -Kelompok tani Si watu, Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, memperoleh bantuan satu unit Traktor dari Anggota DPRD RI , Rokhim Dahuri.
Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan geliat petani di Desa Mertapadawetan akan semakin meningkat.
Ketua Kelompok Tani Si Watu, Aan Subhan Setiawan, menyambut baik dan berterimakasih atas adanya bantuan traktor tersebut.

"Sudah lama memang kami mengharapkan adanya bantuan dari Pemerintah untuk memiliki sarana penunjang pertanian, Alkhamdulillah, saat ini keinginan kami itu tercapai dengan diperolehnya bantuan berupa satu unit Traktor dari Anggota DPR RI Bapak Rokhim Dahuri, dengan telah adanya bantuan tersebut, tentunya menambah semangat kami semakin tinggi untuk bagaimana caranya pertanian di Desa kami semakin berkembang"tuturnya, Kamis, 03/09/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, dengan adanya traktor tersebut tentunya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh petani yang ada di Mertapadawetan.

"Petani yang ada di Mertapadawetan, yang tergabung dalam kelompok tani, bisa memanfaatkan fasilitas yang ada,semisal mau menggunakan atau memakai traktor, yang penting kita sama-sama merawat agar traktor tersebut bisa awet dan bertahan lama" jelasnya.

Sementara itu, Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR sangat berterimakasih atas adanya perhatian dan bantuan terhadap keberlangsungan para petani.

"Traktor yang telah diterima oleh kelompok Tani Si Watu, tentunya sangat diharapkan bisa dipergunakan sebaik mungkin, dan kami yakin, keberadaan kelompok tani di Desa Mertapadawetan akan mampu mengembangkan sektor pertanian yang ada, terlebih ditunjuang oleh sarana yang tersedia saat ini dirasa sangat memadai, oleh karenanya, kami atas nama Pemerintah Desa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan, semoga bantuan tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin" jelasnya.(1c)

2 Sep 2026

Tidak berdosa jika MBG ditiadakan !

Penulis : R.Agus Syaefuddin

516 santri di Sidoarjo diduga keracunan MBG.
Sepertinya tiada henti kasus keracunan akibat program MBG ( makan bergizi keracunan ) ada pertanyaan yang tentunya terus dipertanyakan tanpa kepastian, mengapa program yang bertujuan untuk meningkatkan mutu kesehatan Anak Bangsa, justru kerap terjadi keracunan.
Sudah saatnya hati nurani kita dikedepankan, tidak semata mempertahankan sesuatu yang jelas banyak menimbulkan persoalan.
Tidak mudah memang untuk menghentikan sesuatu yang sifatnya menguntungkan segelintir orang atau golongan, karena keuntungan bagi pemilik SPPG sangat menggiurkan. Jika dibandingkan dengan membuka usaha lainnya, usaha pendirian SPPG sudah dipastikan menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit dan tidak akan mengenal kata rugi apalagi bangkrut.
Dalih yang selalu menjadi andalan adalah dengan hadirnya program MBG berapa tenaga kerja yang bisa dilibatkan, berapa hasil bumi yang bisa dikembangkan dan berapa banyak petani atau pemilik usaha mikro yang bisa menikmati keuntungan dari hadirnya program MBG.
Dalih itu lah yang selalu menjadi andalan dan alasan mengapa MBG harus tetap dipertahankan, sementara beberapa kasus dari mulai keracunan hingga korupsi terus ada dalam program tersebut.
Jika saja kita mau mengedepankan kebenaran tanpa harus malu untuk mengakui adanya kesalahan, mungkin tidak ada salahnya jika program yang tujuan awalnya baik, namun pada kenyataannya banyak menimbulkan persoalan, dihentikan dan tidak lagi dijadikan ajang perdebatan.
Rakyat sudah tahu dan mengerti, bahwa kesalahan program MBG ini bukan kesalahan Presiden, namun kesalahan terjadi karena banyak pelaku yang hanya mengedepankan keuntungan tanpa mempedulikan nasib Anak Bangsa.
Presiden sudah sangat baik dan memberikan perhatian lebih kepada Generasi Muda agar bisa makan dengan nilai gizi yang sesuai, namun nyatanya program tersebut malah dijadikan ajang untuk memperkaya seseorang atau segolongan orang, hingga membuat si kaya semakin kaya dan si miskin selalu yang dijadikan alasan atau dalih.
Beberapa waktu lalu, kita seluruh Bangsa Indonesia meneriakan semboyan kemerdekaan dengan cara memperingati HUT RI ke 81, kado manis sudah di pertontonkan dengan berbagai kemajuan yang ada di Negeri ini.
Namun dari sekian banyak keberhasilan, ada sesuatu yang dianggap gagal namun terus dipertahankan, yaitu MBG.
Ironisnya, jika ada pelaku atau pemilik SPPG yang gagal menjalankan SOP hingga terjadi keracunan dan hal lainnya, Pemerintah dengan mudahnya mengeluarkan tindakan berupa penghentian atau pemecatan.
Hal tersebut dirasa tidak akan menyelesaikan persoalan, jika solusinya hanya berupa pemecatan atau penghentian pengoperasian SPPG.
Solusi yang terbaik, agar Anak Bangsa ini tidak selalu dijadikan alasan demi pemenuhan gizi, yang pada kenyataannya tidak seperti yang diharapkan, maka penghentian program Makan Bergizi Gratis , merupakan solusi tepat dan keputusan terbaik.jangan lagi ada istilah demi meningkatkan mutu kesehatan, sementara yang terjadi hanya meningkatkan keuntungan bagi seseorang atau golongan.
Bukan sesuatu kesalahan dan dosa besar jika MBG ini dihentikan,justru akan menjadi dosa besar, jika kesalahan selalu dianggap sebuah kebenaran.

Gegara Judol "80 Warga Panongan dicoret sebagai penerima Bansos"

INDOMEDIANEWS- Pemerintah pusat menggulirkan berbagai program bantuan sosial yang bertujuan untuk meringankan beban Masyarakat.
Salah satunya yang saat ini tengah dilaksanakan, yaitu penyaluran program ketahanan pangan berupa beras sebanyak 30 Kg per KPM ( Keluarga Penerima Manfaat ).
Program tersebut tentunya disambut baik oleh kalangan Masyarakat kelas bawah, walaupun terkadang ada beberapa Masyarakat kelas menengah yang tetap menerimanya.
Hal ini dikarenakan adanya persoalan yang hingga saat ini belum dapat diselesaikan sepenuhnya, yaitu terkait kesalahan data hingga terjadi istilah bantuan tidak tepat sasaran.
Yang mirisnya lagi setelah adanya sistem Desil, dimana pada kenyataannya masih banyak kesalahan data yang membuat warga yang seharusnya berhak menerima bantuan malah hanya bisa menghela nafas karena masuk dalam Desil besar.

Hal ini pula yang dikeluhkan Kuwu Panongan, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Haerudin.
Dirinya menjelaskan dengan adanya Desil ternyata datanya tidak sesuai fakta.

"Kami tidak mengerti dengan adanya pendataan yang timbul karena Desil, toh pada kenyataannya banyak warga kami yang seharusnya menerima bansos malah tidak menerima karena terkendala Desil, seperti halnya program ketahanan pangan berupa bantuan beras, salah seorang warga kami yang kondisinya sangat memperihatinkan malah tidak mendapat bantuan sosial karena Desilnya tinggi, jadi saya sendiri bingung data ini sebenarnya diperoleh berdasarkan apa" tuturnya, Selasa,01/09/2026.

Untuk saat ini, warga penerima bantuan program ketahanan pangan berupa beras di desa Panongan sebanyak 995 KPM.

"995 KPM didesa kami menerima penyaluran program ketahanan pangan, sayangnya ada beberapa kami yang namanya harus di coret sebagai penerima Bansos gegara tersangkut Judol, karena salah satu prasyarat menerima bantuan adalah tidak tersangkut Judol, yang membuat hati kami miris, ternyata jumlah warga kami yang tersangkut Judol mencapai angka 80 Orang, ini tentu sangat menyedihkan, banyak warga yang mempersoalkan, namun kami tidak dapat berbuat banyak, karena ketentuannya memang demikian adanya, namun demikian kami terus memberi pemahaman bagi warga Masyarakat yang namanya tercoret gegara Judol untuk melakukan pengajuan ulang dengan syarat tidak akan mengulangi perbuatan lagi, selain itu, sebagai catatan, kami menginginkan pendataan apapun bentuknya harus sesuai dengan fakta, jangan sampai istilah tidak tepat sasaran ini tetap ada yang dampaknya Hak warga menjadi tidak jelas" jelasnya.
Terlepas dari kekurangan dan kelebihan akan adanya sebuah program, Pemdes Panongan mengucapkan terimakasih atas bantuan sosial yang di berikan oleh Pemerintah.

"Kami atas nama pemerintahan Desa Panongan menghaturkan rasa terimakasih atas segala program Pemerintah yang diberikan kepada Masyarakat, semoga kedepannya program atau bansos yang disalurkan akan lebih baik dalam segi pendataan, agar tidak ada lagi istilah salah sasaran"pungkasnya.(1c)

1 Sep 2026

Rusak parah jalan diperlintasan KA " Pengguna jalan menuntut HAK"

INDOMEDIANEWS - masyarakat pengguna kendaraan yang melintasi jalan Cipeujeuh, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, hususnya yang melintasi rel perlintasan kereta api, mengeluh karena jalan disekitar pintu penutup rel yang kondisinya sangat membahayakan bagi para pengguna kendaraan, terlebih roda dua.
Kerusakan jalan di area perlintasan tersebut sudah lama rusak dan berlubang , terkesan adanya pembiaran, walaupun di area tersebut terlihat jelas tumpukan batu koral yang hanya menumpuk seolah sebagai hiasan semata.
Dengan kondisi tersebut, membuat beberapa warga pengguna jalan dan tokoh Masyarakat meminta agar segera dilakukan perbaikan.

Salah seorang warga pengguna kendaraan yang setiap harinya melintas di area tersebut, yanto, menuturkan keluhannya.

"Di sekitar perlintasan atau penutupan pintu kereta api ini kondisi jalanannya sangat membahayakan para pengguna jalan, terlebih dipagi hari, di jam -jam sekolah dan perkantoran, sudah dipastikan jalanan ini padat oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, pada jam -jam itulah sudah dipastikan menimbulkan kemacetan dan antrian panjang kendaraan, karena para pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh akibat menghindari jalan berlobang dan bergelombang, dan hal ini sudah terjadi sejak lama" tuturnya, Selasa, 01/09/2026.

Dirinya mengharapkan adanya perhatian dari Dinas yang terkait agar kondisi jalan yang rusak ini segera dilakukan perbaikan.

"Kami sih sangat mengharap, jangan menunggu jatuhnya korban dulu baru diperbaiki, masa sih untuk membuat kenyamanan dalam berkendara saja Masyarakat tidak mendapatkan haknya, kami hanya meminta kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan atau pengguna kendaraan diperhatikan" tuturnya.

Senada hal tersebut disampaikan warga sekitar yang enggan dipublikasikan identitasnya.

"Sudah banyak pengguna kendaraan roda dua yang terjatuh kang, karena memang jalan disekitar perlintasan ini kondisinya sangat membahayakan, akang lihat sendiri, jalan berlobang ini kedalamannya mungkin lebih dari 15 bahkan 20 cm, makanya setiap kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati, apalagi kalau pas kereta mau melintas, sudah dipastikan pintu kereta ditutup dengan waktu yang cukup, dan pasti menimbulkan antrian panjang kendaraan, setelah pintu dibuka, banyak kendaraan yang saling ingin mendahului, disaat itulah konsentrasi harus ekstra, karena kalau tidak bisa terjerembab disebabkan jalan dengan lobang yang lumayan dalam" jelasnya.(1c)

30 Agu 2026

Seminar Parenting Univ Bunga Bangsa " jaga masa depan generasi muda "

INDOMEDIANEWS - Mahasiswa Universitas Bunga Bangsa Cirebon melaksanakan kegiatan KPM ( Kelompok pengabdian Masyarakat ) di Desa Sarajaya, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Sabtu,29/08/2026.
Kegiatan yang diisi dengan seminar parenting tersebut diikuti oleh 15 Mahasiswa Universitas Bunga Bangsa yang tengah mengikuti pelaksanaan KPM,  Kader Pos Yandu, PKK dan unsur Masyarakat lainnya.

Seminar tersebut menghadirkan salah seorang  nara sumber Dosen Bina Cendikia, Wiraningsih.

Dalam kegiatan tersebut, ada beberapa pemaparan yang harus dipahami oleh Masyarakat secara luas, yang bertujuan memberikan pembelajaran dan pembekalan tentang bagaimana menata kehidupan dalam bermasyarakat dan meniti masa depan yang lebih cerah.

Beberapa aspek yang dibahas dalam seminar parenting tersebut diantaranya adalah mencegah stunting, jaga mental, dampingi digital.

Wiraningsih,  menuturkan perlunya masyarakat untuk memahami beberapa aspek dalam menjaga lingkungan, hususnya lingkungan keluarga.

"Kita harus terus mencari tahu dan berkomunikasi dengan beberapa pihak yang berkompeten sesuai bidang yang dimiliki, agar kita paham bagaimana cara mengatasi atau mencegah stunting, bagaimana kita harus menjaga mental, baik itu mental orang tua dalam mendidik anaknya dan mental anaknya itu tersendiri, yang tidak kalah pentingnya lagi adalah melakukan pengawasan terhadap anak dalam menggunakan dawai atau Hp, itulah yang kita sebut dengan dampingi digital" tuturnya.

Era informasi yang semakin mudah untuk didapat, tentunya akan berdampak pada pola fikir dan prilaku seseorang, oleh karenanya dengan dilaksanakannya seminar tersebut, diharapkan Masyarakat lebih paham tentang batasan dan bagaimana cara yang bijak dalam memanfaatkan sarana digital.

"Saat ini informasi itu semakin mudah untuk kita dapatkan melalui alat yang kecil tetapi sangat super hebat, yaitu Hp atau dawai, karena kemudahan itulah dibutuhkan kebijakan dan pengetahuan yang mampu untuk menyaring mana yang baik dan mana yang kurang baik, oleh karenanya peran orang tua atau keluarga sangatlah penting, agar generasi muda kita mampu memperoleh informasi yang baik dan positif, jagan sampai kita terlalu mudah untuk mengambil kesimpulan terkait informasi yang kita dapat, tanpa kita paham apakah informasi itu benar atau tidak"jelasnya.

Sayangnya dalam acara seminar yang dilaksanakan disalah satu ruangan kantor pemerintahan desa tersebut tidak dihadiri oleh Kuwu setempat, bahkan hanya diwakili oleh salah seorang mantan perangkat desa yang telah lama berakhir masa tugasnya,yang akrab disapa Gogo.

"Pak Kuwu tidak bisa hadir dan memberikan tugas kepada saya untuk mewakilinya, padahal saya ini sudah bukan perangkat desa lagi, tapi demi terlaksananya acara tersebut, maka saya tetap bersedia untuk mewakilinya" jelasnya.(1c)