4 Agu 2026

Camat Astanajapura gelar serah terima jabatan Kuwu Kendal

INDOMEDIANEWS -Pemerintah kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, menggelar acara serah terima jabatan, penjabat Kuwu Kendal, Irwanto, kepada Kuwu terpilih Taufiq Hidayat.
Acara yang dilaksanakan diaula kantor Desa setempat, dihadiri seluruh jajaran lembaga dan pemerintahan Desa Kendal pada Selasa,04/08/2026.
Serah terima jabatan disaksikan langsung Camat Astanajapura, Deni Syafrudin dan unsur muspika lainnya.
Usai pelaksanaan serah terima jabatan, Pj Kuwu Kendal, Irwanto mengucapkan terimakasihnya kepada seluruh jajaran perangkat desa yang telah membantu dirinya selama menjabat Kuwu Kendal.

"Saya mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang terjalin baik selama ini, selain itu, kami mohon maaf barangkali selama saya menjabat Kuwu, banyak hal yang kurang berkenan, Alkhamdulillah, hari ini tugas dan tanggungjawab saya sebagai Pj Kendal telah selesai, dan saatnya desa Kendal dipimpin oleh Bapak Taufiq Hidayat , dengan rasa hormat, kami mengucapkan selamat bertugas pada pak Kuwu Taufiq, semoga amanah dan dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebaik mungkin" tuturnya.

Sementara itu, Kuwu Taufiq Hidayat,mengucapkan terimakasih atas dukungan dan sokongan dari semua pihak yang telah membantu hingga dilaksanakannya pelantikan dirinya sebagai Kuwu Kendal.

"Atas ijin Allah, saya saat ini menjabat sebagai kuwu Kendal setelah acara serah terima jabatan dari Pj Kuwu Irwanto, semoga selama saya menjabat Kuwu, dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik mungkin " jelasnya .

Lebih lanjut dirinya menuturkan, dalam kepemimpinannya, ada beberapa sekala prioritas yang akan dilakukannya.

"Penertiban administrasi desa, perbaikan kinerja dari tingkat RT, Kader hingga perangkat desa, diharapkan dengan adanya peningkatan kinerja, pelayanan terhadap Masyarakat semakin baik, intinya kami mengharapkan adanya pemerintahan desa yang bersih dan terbebas dari kepentingan yang sifatnya pribadi maupun golongan, InsyaAllah apa yang diharapkan akan mampu tereujud dengan adanya dukungan dari semua pihak, baik itu lembaga desa maupun Masyarakat Kendal sendiri, doakan selama saya menduduki jabatan senantiasa diberikan petunjuk jalan terbaik dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT" tutur Taufiq.

Usai acara, Camat Astanajapura Deni Syafrudin mengucapkan selamat bertugas kepada Kuwu terpilih.

"Kami mengucapkan selamat bertugas kepada Bapak Taufiq Hidayat sebagai Kuwu PAW Desa kendal, laksanakan tugas dan tanggung jawab dengan paik, selama memimpin Desa Kendal jangan sungkan untuk selalu berkomunikasi dengan pihak kecamatan, hususnya jika ada sesuatu yang dirasa kurang dimengerti" tuturnya 

Lebih lanjut Deni menuturkan, selama memimpin Desa berusahalah untuk melaksanakan kewajiban sesuai aturan.

"Intinya bekerjalah sesuai mekanisme dan aturan yang telah ditetapkan, jadilah pelayan yang baik dan teruslah berusaha untuk menjadikan desa Kendal lebih baik dari yang sudah baik" jelasnya. (1c)

Bukan salah Presiden jika MBG ditiadakan "Rakyat sudah Paham"

Penulis : R.Agus Syaefuddin

Hiruk pikuk keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selalu panas untuk dijadikan bahan obrolan atau perbincangan ditengah perekonomian yang kian tidak menentu.
Keberadaan MBG menimbulkan dua penilaian yang berbeda, ada yang pro, tidak sedikit pula yang kontra.
Kita lihat sisi positifnya tentang keberadaan program MBG.

1.Atasi stunting & gizi buruk,
Anak sekolah & balita dapat asupan protein, sayur, buah tiap hari. Harapannya angka stunting turun karena banyak kasus diantaranya adalah disebabkan orang tua tidak mampu membeli lauk bergizi.
2.Bantu beban orang tua,
Buat keluarga kurang mampu, tidak perlu pusing memikirkan bekal. Bisa mengalihkan uang jajan buat kebutuhan lain, seperti buku, seragam, kesehatan.
3.Dorong ekonomi lokal
Dapur MBG + bahan baku wajib dari petani/peternak/UMKM sekitar. Bisa jadi pasar tetap buat desa. Petani sayur, peternak telur, ayam sudah memiliki pangsa pasar yang jelas.
4.Meningkatkan konsentrasi belajar.
Tidak ada lagi Anak masuk sekolah dengan perut kosong. Yang berdampak kurang fokus belajar 
5. Pemerataan gizi.
Anak kaya & miskin makan menu yang sama di sekolah. Mengurangi kesenjangan.

Sayangnya, tidak selalu hal yang positif berdampak positif , harus ada evaluasi yang berkelanjutan dengan memperhatikan persoalan yang terjadi di lapangan.

2. Sisi KONTRA / Tantangan MBG.

1.Anggaran 
Dana untuk MBG nasional menyedot anggaran triliunan. Banyak yang khawatir menggerus anggaran pendidikan, kesehatan, atau infrastruktur desa dan lain.
2.Masalah distribusi & kualitas
Rawan telat datang, menu monoton, kurang higienis, atau tidak cocok di daerah 3T. Apalagi jika dapurnya jauh, makanan bisa basi.
3.Potensi korupsi/kolusi
Proyek sebesar ini rawan "main" di tender dapur, suplier, dan menu. Perlu pengawasan ketat dari warga & BPK.
4.Ketergantungan
Takutnya orang tua jadi lepas tangan soal gizi anak. "Beranggapan sudah ada MBG". Padahal pendidikan gizi di rumah tidak kalah penting.
5.Belum merata & belum siap SDM
Ahli gizi, juru masak, tenaga dapur masih kurang.  Terlebih di Desa terpencil yang  susah dijangkau.

Progran MBG akan tercapai dengan baik, jika semua pelaku kebijakannya mengutamakan kepentingan orang banyak dan mengesampingkan kepentingan pribadi.
Sayangnya banyak kasus terjadi ditengah program andalan pemerintah ini, dari terjadinya banyak keracunan akibat MBG, sampai koruptor yang tertangkap pun karena MBG.

Sehebat apapun program yang digulirkan, jika dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki moral, maka hasilnya akan sia-siakan.

Dari dua penilaian tersebut, perlu adanya pertimbangan dengan mengutamakan hari nurani dan bukan ego.
Jika sekiranya lebih banyak masalahnya ketimbang manfaatnya, tidak ada salahnya program tersebut ditiadakan, toh Masyarakatpun sudah paham, bahwa program yang dijadikan prioritas utama oleh orang Nomor satu di Republik ini sangat baik.hanya saja dirusak oleh mereka yang tidak memiliki rasa kecintaan terhadap Republik ini.

3 Agu 2026

Petani Desa Cipeujeuh kulon gelar acara sedekah Bumi

INDOMEDIANEWS - Puluhan petani Desa Cipeujeuh kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, menggelar acara sedekah Bumi, sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang berlimpah.
Acara yang digelar di lapangan blok kliwon dusun 5, dihadiri pula oleh Camat Lemahabang, Yuyun Kusumawati, unsur pertanian, pemerintahan desa dan Masyarakat setempat.
Keberhasilan panen tidak terpengaruh dengan adanya musim kemarau, hal tersebut disampaikan salah seorang petani, yang akrab disapa wa Bodong.

"Alkhamdulillah, walaupun masuk musim kemarau, hasil panen para petani yang ada di desa cipeujeuh kulon terbilang sangat luar biasa, betapa tidak, untuk lahan seluas satu hektar mampu menghasilkan padi sebanyak enam ton, dimana dalam satu tahun kami mampu melakukan panen padi sebanyak dua kali" tuturnya, Senin,03/08/2026.

Lebih lanjut wa bodong menuturkan, keberhasilan panen yang berlimpah tersebut, tidak lepas dari peran pemerintah pusat hingga daerah yang mendukung sepenuhnya tentang keberadaan petani.

"Perhatian pak Kuwu terhadap kinerja para petani sangat luar biasa, hingga menghasilkan panen padi yang berlimpah, selain itu kami para petani sangat berterimakasih kepada pemerintah pusat yang berperan besar dalam mensejahterakan para petani, selain kami dimudahkan untuk memperoleh pupuk dengan harga murah, hasil padi kami pun dihargai lumayan tinggi, untuk gabah basah saja pertonnya bisa dihargai Rp. 740, sedangkan untuk gabah kering dihargai Rp.840, oleh karenanya sebagai bentuk syukur kami, para petani menggelar acara sedekah bumi, dengan harapan kedepannya hasil panen kami akan semakin berlimpah" jelasnya.

Sementara itu, Kuwu Cipeujeuh kulon, H.Lili Mashuri sangat berterimakasih kepada seluruh petani yang telah berusaha maksimal dan berhasil melaksanakan tanam padi hingga panen yang berlimpah.

"Jasa para petani ini patut kita hargai sepenuh jiwa, karena merekalah kita dapat menikmati hasil bumi berupa padi yang berkualitas, saya sebagai Kuwu tentunya akan mendukung penuh kepada para petani, agar setiap kali mulai menanam padi hingga panen akan menghasilkan kualitas padi atau beras yang baik, dan hari ini kami dari pemerintahan desa bersama para petani dan Masyarakat menggelar acara sedekah bumi, sebagai bentuk Syukur atas capaian hasil panen yang berlimpah, semoga kedepannya hasil panen petani akan semakin berlimpah" jelasnya.(1c)

1 Agu 2026

Warga Citemu suka cita sambut Nadran "Pesta Laut"

INDOMEDIANEWS - Masyarakat Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, siap menyambut pesta Laut yang akrab disebut Nadran.
Pesta laut tersebut sebagai tanda syukur atas segala berkah yang diperoleh selama melaut dengan hasil tangkapan ikan yang melimpah.
Dalam setiap pelaksanaan Nadran tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, dari mulai Karnaval, pentas seni budaya hingga mengarungi lautan dengan menyerahkan berbagai sajen yang salah satunya adalah persembahan kepala kerbau.tradisi tersebut merupakan wujud penghargaan kepada para leluhur dan Tuhan yang Maha Kuasa.
Dalam acara Nadran atau pesta laut, tentunya tidak sedikit biaya yang dikeluarkan, baik yang berupa udunan para Nelayan itu sendiri, termasuk adanya bantuan dari Anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang konsen terhadap pelaksanaan pesta adat atau tradisi daerah, yang terus dipertahankan ditengah perkembangan zaman.

Kemeriahan pesta laut tersebut dirasakan oleh seluruh lapisan Masyarakat, hususnya para nelayan.
Bahkan dari informasi yang disampaikan ketua BPD Citemu, Lukman, menuturkan, dalam acara tersebut perputaran uang selama Nadran nilainya sangat luar biasa.
"Untuk acara Nadran , kami perkirakan perputaran uang bisa mencapai angka 2.5 Miliar Rupiah, dimana uang itu bergulir dari mulai hiburan burok sebanyak 12 grup, hiasan setiap gang atau blok, seragam kaos atau busana sesuai blok masing-masing, berbagi makanan antar warga , hingga sawer warga kepada para seniman atau artis yang diundang, belum lagi keuangan untuk persiapan lainnya" tuturnya.Sabtu,01/08/2026.

Lebih lanjut Lukman menjelaskan, besaran anggaran tersebut merupakan bentuk Syukur para Nelayan atas hasil yang diperoleh selama kurun waktu satu tahun.

"Masyarakat sangat bersuka ria dengan pelaksanaan Nadran atau pesta laut, oleh karenanya sebagai bentuk syukur, Masyarakat tidak peduli sebesar apa anggaran yang harus dikeluarkan, karena pada dasarnya semua ini sebagai bentuk syukur, dengan pelaksanaan pesta laut yang dilaksanakan setiap tahun sekali ini, merupakan bentuk penghargaan kami terhadap adat istiadat dan warisan para leluhur, oleh karenanya, kami sebagai Masyarakat Nelayan akan terus mempertahankan tradisi ini ditengah perkembangan zaman yang kian berubah" jelasnya.

Lukman pun berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah turut membantu terealisasinya acara Nadran di Desa Citemu.

"Kami atas nama warga Masyarakat Citemu mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya acara tahunan ini, baik kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon maupun Anggota Dewan yang sangat respek dengan adanya acara Nadran, kini tugas dan tanggung jawab generasi muda untuk terus mempertahankan dan melestarikan, agar tradisi Nadran tidak punah dan hanya meninggalkan kenangan" pungkasnya.(1c)




28 Jul 2026

Musyawarah Desa: Merancang Hari Esok dari Meja yang Sederhana

Kegiatan Musdes Pembentukan Tim Penyusun RKPDes 2027 Munjul

Indomedianews.id - Pembangunan desa selalu bermula dari sebuah percakapan. Bukan percakapan yang gaduh, melainkan yang memberi ruang bagi setiap suara untuk didengar. Sebab masa depan tidak pernah lahir dari keputusan yang tergesa-gesa. Ia tumbuh dari musyawarah, dari kesediaan mendengarkan, dan dari keberanian menyusun langkah bersama.

Semangat itulah yang tampak di Balai Desa Munjul pada Jumat, 17 Juli 2026, ketika Pemerintah Desa Munjul menyelenggarakan Musyawarah Desa Pembentukan Tim Penyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027. Forum ini bukan sekadar memenuhi tahapan administratif sebagaimana diatur dalam perencanaan pembangunan desa. Ia menjadi penanda bahwa pembangunan harus dirancang sebelum dilaksanakan, dipikirkan sebelum diwujudkan.

Musyawarah dipimpin oleh Pemerintah Desa Munjul bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta dihadiri oleh perangkat desa, anggota BPD, lembaga kemasyarakatan desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur perempuan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa pembangunan desa bukan semata urusan pemerintah, melainkan kerja bersama seluruh warga.

Pembentukan Tim Penyusun RKPDes Tahun Anggaran 2027 menjadi langkah awal dalam menyusun arah pembangunan Desa Munjul untuk satu tahun mendatang. Tim inilah yang nantinya akan menghimpun aspirasi masyarakat, mengkaji kebutuhan desa, menyelaraskan program dengan RPJM Desa, serta merumuskan prioritas pembangunan yang realistis, terukur, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Dalam forum tersebut, berbagai pandangan mengemuka. Ada yang berbicara mengenai infrastruktur, ada yang mengingatkan pentingnya pemberdayaan ekonomi, ada pula yang menaruh perhatian pada pelayanan dasar dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Perbedaan itu tidak dipandang sebagai penghalang, melainkan sebagai kekayaan yang harus dirangkai menjadi satu arah pembangunan.

Karena sesungguhnya, desa bukan dibangun oleh beton semata. Desa dibangun oleh kesepahaman. Jalan boleh diaspal, gedung boleh didirikan, tetapi tanpa kesediaan untuk duduk bersama dan menyusun masa depan secara kolektif, pembangunan hanya akan menjadi daftar pekerjaan yang kehilangan makna.

Melalui musyawarah ini, Pemerintah Desa Munjul menegaskan komitmennya untuk menjalankan proses perencanaan pembangunan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel. RKPDes Tahun Anggaran 2027 diharapkan menjadi dokumen yang tidak hanya memuat daftar kegiatan, tetapi juga mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat dan menjadi pedoman pembangunan yang berkelanjutan.

Di ruang musyawarah itu, barangkali yang terlihat hanya beberapa meja, kursi, lembar-lembar dokumen, dan orang-orang yang berdiskusi. Namun sesungguhnya, yang sedang disusun adalah sesuatu yang lebih besar: arah perjalanan sebuah desa. Sebab masa depan selalu dimulai dari keberanian untuk merencanakannya bersama.

23 Jul 2026

PBB masih rendah " Pemerintah Kecamatan Astanajapura gelar Monev"

INDOMEDIANEWS -Salah satu upaya untuk melaksanakan tertib administrasi desa, baik penggunaan anggaran maupun realisasi program pembangunan, salah satunya melalui Monev ( Monitoring dan evaluasi ) yang dilakukan pihak Kecamatan kepada beberapa desa binaan yang berada diwilayah Kecamatan bersangkutan.
Hal tersebut pula yang dilakukan pihak Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Bertempat di Aula Kantor Desa Japura kidul, Pemcam Astanajapura, menggelar acara Monev pada Kamis, 23/07/2026.
Salah satu hal yang dibahas dalam monev tersebut adalah terkait PBB ( Pajak Bumi Bangunan)

Dari informasi yang diperoleh, ada beberapa desa yang pelunasannya masih jauh dari harapan, walaupun ada juga beberapa desa yang capaian PBB patut untuk diapresiasi.
Dirasa masih banyak pemerintah desa yang capaian PBB nya  masih rendah, Sekretaris Kecamatan Astanajapura, Risian Riyadi, menuturkan, bahwa monev kali ini dititik beratkan untuk PBB.

"Fungsi kami untuk terus memberikan pembinaan kepada beberapa Desa yang capaian PBB masih rendah akan terus dilakukan, salah satunya melalui Monev, diharapkan dengan adanya monev ini selain kami mengetahui apa kendala dilapangan yang membuat penyetoran PBB nya rendah, juga tentunya terus memberikan semangat dan solusi, agar para Kolektor berupaya maksimal melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam hal penarikan PBB terhadap Masyarakat" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menututkan, ada beberapa kendala yang membuat terhambatnya penarikan pembayaran PBB oleh para kolektor.

"Kolektor kendalanya adalah disaat melakukan penagihan, wajib pajaknya tidak berada ditempat atau sulit untuk ditemui, akhirnya berdampak pada terhambatnya capaian PBB, namun demikian kami terus menggenjot kepada seluruh pemerintahan desa agar target PBB bisa tercapai" jelasnya.

Sementara itu, Ketua BPD Japura kidul, Yunus, dalam keterangan yang disampaikan saat pelaksanaan Monev menegaskan kepada para kolektor untuk lebih giat melakukan penarikan PBB terhadap wajib pajak, sekaligus meningkatkan kinerja jajaran perangkat desa setempat.

"Kami selalu mengingatkan kepada seluruh kolektor untuk semangat melakukan penagihan PBB, karena akan berdampak pada jalannya roda pembangunan, bukan itu saja, kami pun selalu mengingatkan kepada seluruh jajaran perangkat desa untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, termasuk melaksanakan jam kerja yang telah ditentukan, minimalnya jam 8 pagi kantor desa sudah dibuka, agar jika ada warga yang akan mengurus sesuatu tidak terkendala" tuturnya.

Dari informasi yang diperoleh, Desa yang capaian PBB nya sudah mencapai target diantaranya adalah Desa Munjul dan Desa Mertapadawetan, sementara yang capaiannya masih rendah adalah Desa Japura Bakti dan Desa Japura kidul.(1c)