14 Feb 2026

AMKI dan FJO Berbagi Kasih Kepada 50 Tahfidz Qur'an Anak Yatim dan Dhuafa"

INDOMEDIANEWS - Dalam  menyambut bulan Suci Ramadhan bulan Februari 2026, Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cirebon Raya bersama Forum Jurnalis Online (FJO), melakukan kegiatan Munggahan Ramadhan di jumat berkah dengan berbagi kasih ke rumah tahfidz Alquran di Argasunya Kota Cirebon. Jumat (13/2/2026).

Agenda rutin Jumat Berkah dengan tema munggahan bulan Suci Ramadhan tersebut dipimpin Ketua Forum Jurnalis Online (FJO) Toto M. Sa’id, didampingi Ketua AMKI Cirebon Raya Rudi, Suripto, Rondon dan Mahmud yang disambut langsung pengurus Yayasan Rumah Tahfidz Qur'an. 

Pada kesempatan itu, Toto M. Sa’id mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kasih sayang jelang munggahan bulan Suci Ramadan dan sebagai bentuk komitmen organisasi wartawan yang hadir ditengah masyarakat. Artinya Wartawan tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial dan keagamaan. 

“AMKI bersama Forum Jurnalis Online sebagai wadah wartawan sambut Munggahan bulan Suci Ramadhan dengan berbagi sembako kepada tahfidz Qur'an dalam menyambut serta melaksanakan ibadah shaum.” jelas Toto

Menurutnya, melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, AMKI dan FJO ingin menanamkan nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial di kalangan insan pers, sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Kami sangat peduli kepada rumah tahfidz qur'an anak yatim dan dhuafa, sesuai amanat Sunan Gunung Jati Cirebon, ‘Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin’. Nilai inilah yang akan kami jaga dan realisasikan,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur serta rekan-rekan wartawan yang telah menyisihkan rezekinya dalam kegiatan Jumat Berkah tersebut.

“Semoga apa yang diberikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Rudi, Ketua AMKI Cirebon Raya, bahwa kegiatan Jumat Berkah munggahan bulan Ramadhan ini menjadi sarana silaturahmi antar pemilik media dan jurnalis, sekaligus memperkuat rasa ukhuwah islamiyyah, kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan pers.

“Alhamdulillah, hari ini AMKI dan FJO usai sholat Jumat dapat berbagi ke rumah tahfidz Qur'an berupa sembako kepada anak yatim juga dhuafa,” tuturnya.

Ditambahkan dewan penasehat Moh. Noly Alamsyah, agenda rutin Jumat Berkah yang digelar AMKI dan FJO ini menegaskan bahwa jurnalis tidak hanya berperan sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam membangun religi serta ukhuwah islamiyyah.

Lebih dari itu, di tengah tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks, kehadiran insan pers di ruang-ruang sosial seperti ini menjadi pengingat bahwa nilai empati keagamaan dan kemanusiaan harus tetap menjadi ruh profesi wartawan.

Jadi, munggahan Ramadhan melalui kegiatan jumat berkah menjadi pesan kuat bahwa AMKI dan FJO tidak hanya seremonibelaka, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. 

"Pers yang dekat dengan rakyat adalah pers yang mampu menjaga kepercayaan publik, martabat profesinya serta nilai keagamaan dengan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Pungkasnya. 

Sementara itu, mewakili rumah tahfidz Qur'an Mba sangat mengapresiasi kegiatan Jumat Berkah munggahan di bulan Suci Ramadhan yang dilaksanakan oleh AMKI dan FJO. Dan kegiatan ini rutin di laksanakan. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada AMKI dan Forum Jurnalis Online yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada para tahfidz Qur'an anak yatim serta dhuafa. Semoga Allah membalas dengan keberkahan dan kebaikan yang berlipat,” ungkapnya. (1c)

13 Feb 2026

Pemdes Mertapadawetan canangkan agenda rutin jelang Ramdhan "Komplek pemakaman Syech Sarifin"

INDOMEDIANEWS - Menjelang datangnya bulan Ramadhan, banyak warga dari berbagai golongan melaksanakan kegiatan bersih-bersih makam.
Hal tersebut seperti yang terlihat di kompex pemakaman Ki Buyut Serfin atau Syech Saripin yang berlokasi di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Terlihat beberapa warga sedang melakukan kegiatan bersih-bersih makam yang terlihat banyak ditumbuhi tanaman liar.
Dari keterangan yang disampaikan salah seorang perangkat Desa Mertapada Wetan, Amir, dilaksanakannya kegiatan tersebut atas kerjasama seluruh warga Desa setempat 

"Kami melakukan kropakan pencarian sumbangsih kepada warga mertapadawetan, dari hasil sumbangsih tersebut dipergunakan untuk melakukan bersih-bersih seluruh area komplex pemakaman Syech Sarifin, Alkhamdulillah atas kepedulian antar warga, kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik" tuturnya, Kamis, 12/02/2026.

Lebih lanjut Amir menuturkan rasa bangganya atas peran serta semua pihak.

"Kami sangat Bersyukur, peranserta dan kebersamaan warga Mertapadawetan sangat tinggi, semoga ini merupakan langkah awal untuk meniti desa kearah yang lebih baik" tuturnya.

Sementara itu, Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah peduli dan bersama-sama bergotong royong untuk pelaksanaan program bersih-bersih area pemakaman.

"Tradisi bersih-bersih komplek Pemakaman ini merupakan agenda rutin tiap kali menjelang datangnya Bulan Ramadhan, Alkhamdulillah, melalui swadaya dan kepedulian seluruh pihak, agenda tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, tentunya penghargaan dan ucapan terimakasih kami haturkan kepada seluruh warga Desa Mertapadawetan, diharapkan dengan kegiatan ini, area pemakaman Syech Sarifin akan lebih tertata apik dan terlihat resik" jelas Munif. (1c)

Banjir Landa Astanajapura dan Pangenan

INDOMEDIANEWS – Hujan deras yang mengguyur wilayah timur Cirebon pada Kamis (12/02/2026) sore mengakibatkan banjir di beberapa desa di Kecamatan Astanajapura dan Kecamatan Pangenan.
 
Desa Japura Bakti dan Japura Kidul Kecamatan Astanajapura, menjadi wilayah yang terdampak paling parah. 

Sedikitnya tiga blok di Desa Japura Kidul terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40 cm.

Salah seorang perangkat Desa Japura Kidul, Haikal, banjir ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Singaraja yang tidak mampu menampung debit air akibat intensitas hujan yang sangat tinggi. 

Ia juga menambahkan bahwa banjir ini merupakan kejadian rutin yang terjadi setiap tahun di desanya.
 
"Banjir tidak hanya melanda Desa Japura Kidul, tetapi juga Desa Japura Bakti dan Japura Lor di Kecamatan Pangenan, " ungkapnya. 

Dijelaskannya, dari 3 Blok tersebut sedikitnya puluhan rumah warga terendam dengan ketinggian bervariasi. 
Namun demikian jika hujan terus terjadi kemungkinan ketinggian banjir dan  wilayah terdampak semakin meluas. 

" Berharap adanya penanganan serius dari Pemerintah Daerah maupun instansi terkait dalam penanganan banjir yang menjadi rutinas tahunan di wilayahnya, " harapnya. 
 
Informasi yang diperolehnya, menyebutkan bahwa kondisi serupa juga terjadi di ruas jalan Kanci - Sindanglaut. Banjir di ruas jalan ini menyebabkan para pengguna kendaraan tidak dapat melintas dan terpaksa harus memutar arah melalui akses jalan Pengarengan - Lemahabang. ( 1c)

11 Feb 2026

Kuwu Cipeujeuh kulon gelar Musdes " Desil tepat sasaran "

INDOMEDIANEWS - Hampir terjadi di seluruh Desa, Persoalan  pendataan bagi penerima bantuan terus menjadi perbincangan dan rasa ketidak Adilan bagi Masyarakat yang merasa terampas Haknya dalam mendapat perhatian dari Pemerintah.
Untuk menyelesaikan permasalah tersebut salah satunya melalui Musyawarah Desa ( Musdes).
Hal ini pulan yang dilakukan Pemerintah Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Ditemui di ruang kerjanya sesaat sebelum dilaksanakannya acara Musdes, Kuwu Cipeujeuh Kulon, H.Lili Mashuri menuturkan perlunya dilaksanakan Musdes.

"Hari ini kami menggelar Musdes (Musyawarah Desa ) terkait verifikasi dan validasi data terpadu sosial ekonomi Nasional ( DTSEN)  dimana salah satu pembahasannya adalah terkait data Desil, yang mungkin selama ini menjadi persoalan dihampir seluruh desa, dengan digelarnya acara ini, salah satu tujuannya adalah membahas dan menjelaskan kepada Masyarakat tentang siapa saja yang patut menerima bantuan atau tidak, oleh karenanya kami memprioritaskan 4 skala Desil, diantaranya seperti siapa saja yang masuk Desil 1 (sangat miskin ) Desil 2 ( Miskin ) Desil 3 (hampir miskin ) dan Desil 4 (rentan miskin ) " tuturnya, Rabu, 11/02/2026.

Lebih lanjut Pria yang akrab disapa Jiwu ini menjelaskan perlu adanya pemahaman dan pengertian kepada Masyarakat tentang mana dan siapa saja yang masuk dalam kriteria penerima bantuan.

"Adanya Desil merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mengetahui siapa saja yang berhak dan siapa yang tidak berhak menerima bantuan atau Bansos, namun memang mungkin ada kendala tentang pendataan yang dirasa tidak sesuai, oleh karenanya kami dari Pemerintah Desa tentunya akan melibatkan banyak pihak, yang salah satunya adalah Puskesos untuk melakukan pendataan dengan benar, setelah dirasa datanya sudah sesuai dengan fakta, maka kami mengajukan ke pemerintah untuk mengirimkan nama-nama nama calon penerima bantuan, namun demikian Masyarakatpun harus paham, kami hanya bersifat mengajukan , namun siapa saja yang masuk dan ditentukan sebagai penerima, mutlak ada di Dinas Sosial, dengan adanya hal tersebut, sangat diharapkan, melalui Musyawarah Desa akan menghasilkan sesuatu yang terbaik dan benar-benar manfaatnya dapat dirasakan oleh Masyarakat yang memang berhak untuk menerima bantuan" pungkasnya.(1c)

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon usulkan peran Mahasiswa dilibatkan dalam persoalan Desil

INDOMEDIANEWS - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dapil 6 , Nana Kencanawati menyoroti terkait persoalan Desil yang dirasa tidak sesuai fakta.
Menurutnya, banyak kesalahan dalam pendataan yang terjadi hingga menimbulkan persoalan dan berdampak pada ketidak Adilan.

Dalam keterangan yang disampaikan usai pelaksanaan Musrembang di Aula Kantor Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Rabu,11/02/2026.

"Selama ini pendataan penduduk dirasa banyak terjadi kesalahan, termasuk banyaknya persoalan terkait Desil, betapa tidak, yang seharusnya warga itu masuk dalam Desil 1, malah dalam datanya ada di Desil 7, begitupun sebaliknya, hal ini tentunya sangat merugikan bagi Kalangan Masyarakat yang memang semestinya mendapat bantuan ataupun hal lainnya, sementara semuanya ditentukan dengan kriteria Desil, kalau datanya sesuai fakta sih tidak jadi masalah, sayangnya selama ini data yang ada tidak sesuai fakta dan bahkan telah terjadi kesalahan yang berulang" tuturnya.

Sebagai salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan Desil, Nana Kencanawati menyarankan langkah terbaik dengan melibatkan peran Mahasiswa.

"Desil ini datanya berasal dari Badan Pusat Statistik ( BPS)  dan selama ini banyak sekali kesalahan dalam pendataan, oleh karenanya saya mengusulkan untuk melibatkan para Mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di setiap desa, kita bisa menggunakan kemampuan para Mahasiswa untuk melakukan pendataan kepada setiap warga di setiap desa yang sedang melaksanakan KKN, dengan melibatkan Mahasiswa banyak keuntungan yang akan didapat, diantaranya adalah tidak adanya kepentingan atau politik, jadi kami beranggapan karena tidak adanya kepentingan, maka pendataannya akan berjalan baik sesuai fakta, hal lainnya adalah menghilangkan anggaran untuk pendataan, karena dulu saja kita menganggarkan anggaran untuk Dinsos dalam hal pendataan  mencapai angka Rp.4.5 Milyar, sementara hasilnya tidak sesuai atau banyak terjadi kesalahan.dengan adanya hal tersebut, maka alangkah baiknya jika persoalan pendataan dengan melibatkan peran Mahasiswa yang tengah melaksanakan kegiatan KKN, InsyaAllah selain akan menghasilkan pendataan yang valid juga bisa mengurangi pengeluaran anggaran" jelasnya .

Sementara itu, ditempat terpisah, H.Lili Mashuri, Kuwu Cupeujeuhkulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, menuturkan persoalan Desil yang selama ini ada perlu mendapat perhatian husus, oleh karenanya pihaknya dalam menentukan Desil melaksanakan acara Musdes Verikasi dan Validasi data terpadu sosial ekonomi Nasional (DTSEN).

"Desil memang kian hari kian menjadi perbincangan, ada yang merasa diuntungkan, namun banyak pula yang merasa dirugikan, ini terjadi karena adanya pendataan yang dirasa tidak sesuai, oleh karenanya, salah satu cara yang harus ditempuh adalah melalui acara Musdes ( Musyawarah Desa ) terkait data penduduk atau DTSEN" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, melalui Musdes tersebut akan dijabarkan beberapa kriteria tentang Desil.

"Ada 4 skala prioritas yang akan kami laksanakan terkait keberadaan Desil, dari mulai Desil 1 hingga Desil 4, dimana kriterianya adalah sangat miskin, miskin, hampir miskin dan rentan miskin, dengan adanya Musdes ini diharapkan persoalan Desil bisa terselesaikan, yang perlu diperhatikan adalah kami dari pihak desa hanya bisa mengusulkan, sementara yang menentukan adalah dari Pemerintah atau Dinas Sosial, InsyaAllah, kedepannya pendataan penduduk ini bisa diselesaikan dengan baik dan dengan data sesuai fakta" pungkasnya.(1c)

10 Feb 2026

Kuwu Buntet Minta BBWS segera melakukan perbaikan

INDOMEDIANEWS - Longsor yang terjadi di tanggul Sungai Cikanci  yang berada di desa buntet kecamatan astanajapura Kabupaten Cirebon, merupakan masalah yang sudah ada sejak  lama.
Hal tersebut disampaikan Kuwu Desa Buntet, Edi Suhaedi SH , sejak dirinya menjabat pada periode pertama, yaitu tahun 2018 .cirebon Senin.

Dalam penuturannya, Kuwu dua periode ini menjelaskan

"Saya telah mengajukan perbaikan kepada BBWS, dan pihak dinas terkait juga sudah melakukan survei, tetapi hingga kini belum ada realisasi. Saya bahkan pernah melakukan cerucuk bambu dengan biaya sendiri sebanyak dua kali, namun sayangnya, setiap kali terjadi banjir, semua usaha tersebut hancur kembali" tuturnya, Selasa,11/02/2026.

permohonan tersebut sudah diterima oleh pihak BBWS , berharap kepada dinas terkait dan pemerintah Kabupaten Cirebon untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah ini. 

Lebih lanjut Edi menjelaskan, 
"akses ini sangat penting, karena menghubungkan dua hingga tiga desa, yaitu Kanci Wetan dan Kanci kulon, serta menjadi jalur bagi para petani. Saat ini, tanaman tebu dan padi di sekitar lokasi terancam, dan petani pun enggan untuk menanam di sini karena jalannya sudah tidak bisa dilalui. Kami, masyarakat Buntet dan pemerintah desa, merasa kewalahan karena banyak petani yang tidak mau menanam akibat akses yang rusak"tuturnya 

Panjang longsoran diperkirakan sekitar 50 meter, dengan ketinggian lebih dari 2 hingga 3 meter. Upaya perbaikan dengan menggunakan bambu telah dilakukan dua kali, namun tetap saja longsor terjadi setiap musim hujan. 

"Harapan saya, agar dinas terkait dan pemerintah daerah Kabupaten Cirebon segera merealisasikan pembangunan tanggul ini. Dengan demikian, akses bagi masyarakat dapat kembali normal dan aktivitas sehari-hari dapat dilanjutkan seperti biasa"pungkasnya 


Sementara itu, salah seorang warga H Buang (57)  menuturkan.

"Saya adalah seorang petani, merasa prihatin,  karena dari tahun 2018 jalan yg tergerus longsor ini tak kunjung di benahi,karena jalan tersebut mengalami longsor jadi saya tidak bisa menanam di area ini. Mohon untuk diperbaiki agar kami, para petani, dapat bercocok tanam kembali. tidak itu saja Ini adalah akses utama dari Buntet menuju Kanci Kulon dan Kanci Wetan, jadi jika jalan ini tidak diperbaiki, kami tidak akan bisa beraktivitas dengan baik. Mohon segera untuk di perbaiki, sehingga kami para petani dan para pengguna jalan ini bisa berfungsi seperti biasanya"jelasnya. (1c)