1 Nov 2026

Anggaran dipangkas " Pemdes Mertapadawetan tetap berkarya"

INDOMEDIANEWS - Ditengah keterbatasan anggaran dan efesiensi yang diterapkan pemerintah pusat, tidak serta merta membuat pemerintahan desa berhenti untuk melaksanakan program kerja yang telah tersusun sesuai tata kelola Desa.
Salah satunya adalah yang tengah dilaksanakan pemerintah Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.

Program kerja yang sedang dikerjakan adalah menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rutin dan terus menjadi perhatian husus.

Setelah sebelumnya dilakukan pembersihan sampah yang berlokasi di pinggir jalan raya yang menghubungkan antara Kecamatan Astanajapura dan kecamatan Lemahabang, tepatnya yang berlokasi di samping terowongan kereta api Desa setempat, saat ini Pemerintah Desa Mertapadawetan tengah melakukan pembersihan dan penanganan sampah yang berada di Blok Karangpanas.

Kuwu Mertapadawetan yang turun langsung kelokasi sampah tersebut, Moh Munif AR, menuturkan bahwa pihaknya akan berupaya maksimal dalam menangani persoalan sampah walaupun terbebabni karena adanya pemangkasan Anggaran.

"Mungkin persoalan pemangkasan atau efesiensi anggaran ini menjadi beban bagi beberapa pemerintah desa, hususnya untuk melaksanakan program kerja yang telah tersusun sebelumnya melalui Musyawarah Desa, ini pula yang menjadi kendala bagi kami untuk merealisasikan seluruh program desa, salah satunya adalah terkait penanganan sampah, nanun demikian kami terus berupaya agar sampah yang ada di Desa kami bisa tertangani dengan baik, walaupun mungkin tidak maksimal" tuturnya, Minggu,01/11/2026.

Lebih lanjut Munif menuturkan, untuk penanganan sampah, pihaknya menganggarkan dari PADesa.

"Karena tidak adanya anggaran yang memadai, baik itu DD maupun ADD, maka solusinya adalah kami mengalokasikannya dengan menggunakan anggaran yang diperoleh melalui PADesa, yang dampaknya adalah melakukan beberapa perubahan, yang awalnya telah dialokasikan untuk program lainnya, terpaksa kami rubah untuk penanganan sampah, ini perlu dilakukan karena memang keberadaan sampah ini harus segera dilakukan pembersihan, yang tujuannya adalah selain menjaga kebersihan juga mengutamakan kesehatan Masyarakat" jelasnya.

Munif mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi untuk memberikan perhatian husus untuk persoalan sampah.

"Dalam setiap Tahunnya anggaran yang dipergunakan untuk penanganan sampah ini nilainya tidak sedikit, karena pengangkutan atau pembersihan bisa 3 sampai 4 kali , selain harus menggunakan alat berat, juga tentunya harus diangkut beberapa kali, oleh karenanya, sampah ini tidak semata menjadi tanggung jawab pemerintahan Desa, namun harus didukung pula oleh pihak-pihak lainnya, selain itu kepada Masyarakat atau siapapun, kami himbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan selalu mengutamakan kesehatan dan kebersihan lingkungan" pungkasnya.(1c)

31 Okt 2026

Pemdes Mertapadawetan Louncing Sekolah Lansia Ki Buyut Serfin

INDOMEDIANEWS - Pemerintahan Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, bekerjasama dengan Fatayat dan Muslimat NU melaksanakan program kerjasama pendidikan berupa Sekolah khusus Lansia.
Bertempat di Aula Kantor Desa setempat, Louncing Pembukaan Sekolah Lansia dihadiri oleh Unsur Pemerintahan dan Lembaga Desa Mertapadawetan pada Sabtu, 31/10/2026.

Louncing tersebut dibuka secara langsung oleh Kuwu Mertapadawetan, H.Moh.Munif AR didampingi Ketua TP PKK , Hj. Ida Faridah, Ketua Muslimat NU Yuhan, Ketua Fatayat NU Sulfat, Ketua Sekolah Lansia Ki Buyut Serfin, Atik  dan beberapa tokoh Agama, unsur terkait lainnya.

Dalam pemaparannya, Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif AR, menyampaikan rasa syukurnya atas dibukanya atau diselenggarakannya sekolah Lansia di Desanya.

"Alkhamdulillah, hari ini, Louncing sekolah Lansia dapat dilaksanakan dengan baik, ini membuktikan, bahwa pendidikan tidak saja diminati oleh kaum muda, namun kaum lansia pun sangat antusias untuk ikut berperan serta dalam mengenyam dunia pendidikan, karena pada dasarnya pendidikan atau menuntut ilmu itu tidak dibatasi dengan usia,selama kita masih hidup, selama itu pula kita dituntut untuk belajar dan menuntut Ilmu" tuturnya.

Dalam mengembangkan desa, pemdes Mertapadawetan pun menggandeng beberapa pihak untuk turut membangun dan meningkatkan kualitas dalam berbagai hal.

"Tidak semata pembangunan ataupun pendidikan maupun sosial kemasyarakatan yang kami galakan, nanun termasuk juga kesehatan, dalam hal ini kami telah menjalin kerja sama dengan pihak RS Muhammadiyah ,dimana setiap bulannya kami melaksanakan acara pemeriksaan dan pengobatan secara gratis, ini berupa bentuk kepedulian kami terhadap perkembangan desa" jelasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Mertapadawetan, Hj.Ida Faridah sangat menyambut baik hadirnya Sekolah Lansia di Desa Mertapadawetan.

"Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami, dimana Pemerintah atau para pihak sangat memperhatikan akan pentingnya pendidikan, dengan louncing atau pembukaan Sekolah Lansia yang bernama Sekolah Lansia Kibuyut Serfin, diharapkan perkembangan dunia pendidikan, hususnya bagi para lansia akan semakin menarik minat untuk terus menuntut Ilmu dan mengenyam pendidikan tanpa terhalang oleh usia, InsyaAllah, program yang sangat baik ini akan menghasilkan sesuatu yang baik pula" tuturnya.

Kehadiran sekolah Lansia tersebut disambut baik oleh warga sekitar, salah satunya disampaikan peserta Sekolah Lansia yang tidak berkenan disebutkan namanya.

"Kami sangat bersyukur di Desa mertapadawetan diadakan Sekolah Lansia, ini menunjukan pemerintah sangat peduli dengan keberadaan kami sebagai Lansia, semoga dengan adanya Sekolah Lansia ini akan berdampak positif bagi kami, hususnya dalam memahami  pengetahuan atau ilmu yang diajarkan oleh para pendidik" jelasnya.(1c)

30 Okt 2026

Kebanggaan Orang tua saat menyaksikan wisuda sang putra

INDOMEDIANEWS - Kebanggaan dan kebahagiaan terlihat jelas pada raut wajah kedua orang tua saat melihat anaknya berhasil menyelesaikan pendidikan di bangku perkuliahan selama kurun waktu 4 tahun.
Hal tersebut pun seperti yang dirasakan pasangan Hendri Ghozali dan Siti Maemunah, saat menghadiri acara wisuda putra pertamanya, Akhmad Bahiz Arbinsyah, yang berhasil menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Tehnik Sipil Universitas Muhadi Setia Budi, Brebes Jawa Tengah, Kamis, 29/10/2026.

Keberhasilan putra pertamanya tersebut menjadikan semangat untuk meniti masa depannya kearah yang lebih baik, hal tersebut disampaikan Bapak Hendri Ghozali didampingi istrinya, Siti Maemunah.

"Salah satu tugas orang tua adalah memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra atau putrinya, dan hari ini kami sangat bangga dan berbahagia, karena jerih payah kami selaku orang tua selama ini berbuah manis, yaitu dengan telah berhasilnya putra kami menyelesaikan jenjang pendidikan di universitas Muhadi setiabudi Brebes Jawa tengah , ini tentunya suatu kebanggaan yang luar biasa" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, dengan telah diwisuda anaknya yang menandakan telah lulus dalam mengemban ilmu pendidikan dibangku perkuliahan, berharap akan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi keluarga, Nusa maupun Agama.

"Semoga Ilmu yang telah didapat dapat diejawantahkan dalam kehidupan dan masa depannya, sebagai orang tua hanya berpesan, gunakan ilmu yang telah diperoleh dan manfaatkan dalam hal yang positif, semoga apa yang menjadi harapan dapat terealisasi dengan baik, dan senantiasa dalam ridlo Allah SWT" pungkasnya.

Sementara itu, Akhmad Bahiz Arbinsyah. Yang akrab disapa Abin, mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada kedua orang tua dan seluruh keluarga yang telah memberinya sesuatu yang sangat baik.

"Saya hanya bisa mengucapkan takjim dan terimakasih kepada kedua orang tua, yang telah begitu gigih memberikan yang terbaik kepada saya hingga dapat menyelesaikan pendidikan dibangku Kuliah, InsyaAllah, ilmu yang telah saya dapat selama pendidikan mampu dimanfaatkan untuk sesuatu yang positif dan berguna bagi Bangsa, Negara maupun Agama, sebagai seorang Anak hanya mampu berucap syukur dan terimakasih, semoga jerih payah Orang tua dan keluarga mendapat limpahan pahala yang berlipat dari Allah SWT" ucapnya lirih.(1c)

Sampah di Mertapadawetan "Kuwu minta semua pihak peduli"

INDOMEDIANEWS -Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah yang berlokasi di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, hingga saat ini terus menjadi persoalan yang tidak kunjung dapat terselesaikan secara maksimal.
Hal tersebut dikeluhkan Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR saat ditemui di TPS setempat, Jum'at 30/10/2026.

"Memang benar, hingga saat ini persoalan yang belum bisa diselesaikan secara maksimal adalah terkait sampah yang berlokasi tepat dipinggir jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Astanajapura dan kecamatan Lemahabang, salah satunya adalah yang membuang sampah tersebut bukan saja warga desa mertapadawetan, tetapi banyak warga lainnya yang dari luar wilayahpun membuang sampah disini, inilah salah satu kendala yang memang hingga saat ini menjadi PR kami" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, jika melihat tempat dimana TPS berada, merupakan milik KAI Daop 3, hanya saja masuk kewilayah Desa Mertapadawetan.

"Tanah tersebut sebetulnya milik KAI Daop 3, tetapi karena memang berdekatan dan masuk wilayah desa mertapadawetan, maka mau tidak mau kami dari pihak pemerintahan desa harus menangani persoalan sampah tersebut, sebetulnya kami sudah melayangkan surat ke DAOP 3 terkait bagaimana menangani persoalan sampah tersebut, namun hingga saat ini belum mendapat informasi yang jelas,oleh karenanya kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon maupun pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memberikan perhatian khusus terkait persoalan sampah yang ada di Desa kami, ini semua tentunya demi menjaga lingkungan yang sehat dan bersih" lanjut Munif.

Ditengah keterbatasan anggaran, dirinya tetap berusaha untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik.

'jika hanya mengandalkan anggaran dari pusat atau daerah,tentunya kami tidak akan dapat berbuat banyak, oleh karenanya, untuk sampah saja alokasi dananya kami angarkan dari PADesa setiap tahunnya kami anggarkan kurang lebih sebesar Rp.50.000.000" pungkasnya.(1c)

29 Okt 2026

Semangat Sumpah Pemuda "pemersatu Bangsa"

Penulis : R.Agus Syaefuddin

Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 salah satu momen paling jenius dalam sejarah Indonesia.
Beberapa pemaparan tentang makna Sumpah pemuda.

Waktu itu kita masih dalam penataan dan dibawah pengaruh Hindia Belanda, suku, bahasa daerah, kerajaan masih kuat-kuat. Ada beberapa yang berkumpul di Batavia, diantaranya Jong Java, Jong Sumatranen, Jong Ambon, dll — mereka  memiliki egonya sendiri-sendiri. Tetapi mereka memutuskan untuk membuat  identitas baru: satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa.

Itu keputusan politik yang berani. Mereka mengorbankan identitas primordial demi identitas nasional.

Isinya sederhana tetapi abadi hingga saat ini, yaitu.
- Satu tanah air: Indonesia
- Satu bangsa: Indonesia
- Satu bahasa: Indonesia

Tiga kalimat itu tertuang dari Sabang sampai Merauke . Bahasa Indonesia yang dipilih sebagai bahasa Nasional atau bahasa persatuan.

Tujuan utama pergerakan sumpah pemuda adalah menyatukan berbagai perbedaan dibawah pa ji merah putih, mengesampingkan kepentingan individu atau golongan.
Sumpah Pemuda bukan sekedar menjadi hapalan pas upacara, tetapi pengingat kalau persatuan itu bukan pemberian, tapi keputusan yang harus diambil terus-menerus.

Dengan semangat sumpah pemuda itulah kita bersatu, walaupun di banyak terdapat suku, bahasa dan Agama.
Dengan semangat sumpah pemuda lah Republik ini bisa bersatu dibawah satu bahasa yang terjalin hingga saat ini, yaitu Bahasa Indonesia.

Saat ini, ditengah perkembangan zaman dan era globalisasi, diharapkan semangat sumpah pemuda tetap menggema dan terpatri dalam diri seluruh anak Negeri.

Jangan pernah memperdebatkan masalah Agama hingga terjadinya perselisihan yang merugikan Agama itu sendiri.

Hilangkan rasa kesukuan, bukan berarti melupakan kesukuan, termasuk bahasa Ibu yang menjadi bahasa sehari-hari, yang berbeda dari setiap daerah, nanun disatukan lewat Bahasa Nasional, yaitu bahasa Indonesia.

Bangsa kita adalah Bangsa yang sangat besar dan penuh dengan adanya perbedaan, baik Agama, Bahasa maupun adat istiadat.
Namun dengan banyaknya perbedaan tersebut, kita menjadi Bangsa yang kuat karena adanya persatuan dan kesatuan.
Semoga dengan semangat sumpah pemuda, Bangsa ini tetap menjadi Bangsa yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan.

27 Okt 2026

Kuwu Kendal perdana lakukan lelang terbuka

INDOMEDIANEWS - Keterbukaan informasi publik menjadi salah satu program prioritas yang dilakukan kuwu Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Sebagai langkah awal yang direalisasikan sebagai bentuk keterbukaan informasi publik adalah dilaksanakannya Lelang terbuka tanah khas desa, tanah titisara dan bengkok tahun garap 2026/2027.
Dalam sambutan dan pemaparannya, Kuwu Kendal, Taufiq Hidayat menuturkan perlunya keterbukaan informasi publik .

"Kegiatan lelang terbuka ini merupakan kali pertama yang dilaksanakan pemerintahan desa Kendal, karena sebelumnya hal tersebut tidak dilaksanakan secara terbuka, hususnya mengenai pelaksanaan lelang tanah kas desa, semua ini kami laksanakan semata agar diketahui oleh seluruh Masyarakat, baik itu besaran anggarannya berapa dan untuk apa saja, harus diketahui oleh Masyarakat, tujuannya agar tidak ada praduga atau ada dusta diantara kita" tuturnya, Selasa,27/10/2026.

Lebih lanjut Taufiq menjelaskan, dalam pemerintahan harus mengutamakan keterbukaan informasi.

"Masyarakat itu harus mengetahui, dari mana uang atau anggaran yang diterima desa, dan diperuntukannya buat apa saja, jangan sampai Masyarakat hanya mengira-ngira tanpa tahu dengan pasti, oleh karenanya, saya tekankan agar informasi tersebut benar-benar didapatkan oleh Masyarakat, termasuk dengan acara lelang terbuka ini, sengaja kami hadirkan para penyewa atau cukong, dan uang yang diterima untuk apa saja" pungkasnya.

Senada hal tersebut disampaikan ketua BPD Kendal, Zaelani.

"Acara ini memang sengaja digelar, dengan tujuan agar Masyarakat secara umum memahami, apa itu tanah kas desa, tanah titisara maupun tanah bengkok.Masyarakatpun harus mengetahui, tanah atau lahan desa mana saja yang bisa disewakan dan untuk apa saja uang yang diterima dipergunakan, jangan sampai masalah pertanahan ini tidak diketahui oleh Masyarakat hingga menimbulkan persoalan dan salah tafsir, karena ada tanah desa yang memang bisa disewakan , dan ada yang tidak bisa disewakan, oleh karenanya kami  melaksanakan acara lelang terbuka yang dihadiri oleh Masyarakat, pemerintahan desa, Lembaga Desa termasuk para penyewa tanah itu sendiri" tuturnya .
Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Kecamatan Astanajapura dan DPMD Kabupaten Cirebon. (1c)