11 Feb 2026

Kuwu Cipeujeuh kulon gelar Musdes " Desil tepat sasaran "

INDOMEDIANEWS - Hampir terjadi di seluruh Desa, Persoalan  pendataan bagi penerima bantuan terus menjadi perbincangan dan rasa ketidak Adilan bagi Masyarakat yang merasa terampas Haknya dalam mendapat perhatian dari Pemerintah.
Untuk menyelesaikan permasalah tersebut salah satunya melalui Musyawarah Desa ( Musdes).
Hal ini pulan yang dilakukan Pemerintah Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Ditemui di ruang kerjanya sesaat sebelum dilaksanakannya acara Musdes, Kuwu Cipeujeuh Kulon, H.Lili Mashuri menuturkan perlunya dilaksanakan Musdes.

"Hari ini kami menggelar Musdes (Musyawarah Desa ) terkait verifikasi dan validasi data terpadu sosial ekonomi Nasional ( DTSEN)  dimana salah satu pembahasannya adalah terkait data Desil, yang mungkin selama ini menjadi persoalan dihampir seluruh desa, dengan digelarnya acara ini, salah satu tujuannya adalah membahas dan menjelaskan kepada Masyarakat tentang siapa saja yang patut menerima bantuan atau tidak, oleh karenanya kami memprioritaskan 4 skala Desil, diantaranya seperti siapa saja yang masuk Desil 1 (sangat miskin ) Desil 2 ( Miskin ) Desil 3 (hampir miskin ) dan Desil 4 (rentan miskin ) " tuturnya, Rabu, 11/02/2026.

Lebih lanjut Pria yang akrab disapa Jiwu ini menjelaskan perlu adanya pemahaman dan pengertian kepada Masyarakat tentang mana dan siapa saja yang masuk dalam kriteria penerima bantuan.

"Adanya Desil merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mengetahui siapa saja yang berhak dan siapa yang tidak berhak menerima bantuan atau Bansos, namun memang mungkin ada kendala tentang pendataan yang dirasa tidak sesuai, oleh karenanya kami dari Pemerintah Desa tentunya akan melibatkan banyak pihak, yang salah satunya adalah Puskesos untuk melakukan pendataan dengan benar, setelah dirasa datanya sudah sesuai dengan fakta, maka kami mengajukan ke pemerintah untuk mengirimkan nama-nama nama calon penerima bantuan, namun demikian Masyarakatpun harus paham, kami hanya bersifat mengajukan , namun siapa saja yang masuk dan ditentukan sebagai penerima, mutlak ada di Dinas Sosial, dengan adanya hal tersebut, sangat diharapkan, melalui Musyawarah Desa akan menghasilkan sesuatu yang terbaik dan benar-benar manfaatnya dapat dirasakan oleh Masyarakat yang memang berhak untuk menerima bantuan" pungkasnya.(1c)

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon usulkan peran Mahasiswa dilibatkan dalam persoalan Desil

INDOMEDIANEWS - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dapil 6 , Nana Kencanawati menyoroti terkait persoalan Desil yang dirasa tidak sesuai fakta.
Menurutnya, banyak kesalahan dalam pendataan yang terjadi hingga menimbulkan persoalan dan berdampak pada ketidak Adilan.

Dalam keterangan yang disampaikan usai pelaksanaan Musrembang di Aula Kantor Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Rabu,11/02/2026.

"Selama ini pendataan penduduk dirasa banyak terjadi kesalahan, termasuk banyaknya persoalan terkait Desil, betapa tidak, yang seharusnya warga itu masuk dalam Desil 1, malah dalam datanya ada di Desil 7, begitupun sebaliknya, hal ini tentunya sangat merugikan bagi Kalangan Masyarakat yang memang semestinya mendapat bantuan ataupun hal lainnya, sementara semuanya ditentukan dengan kriteria Desil, kalau datanya sesuai fakta sih tidak jadi masalah, sayangnya selama ini data yang ada tidak sesuai fakta dan bahkan telah terjadi kesalahan yang berulang" tuturnya.

Sebagai salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan Desil, Nana Kencanawati menyarankan langkah terbaik dengan melibatkan peran Mahasiswa.

"Desil ini datanya berasal dari Badan Pusat Statistik ( BPS)  dan selama ini banyak sekali kesalahan dalam pendataan, oleh karenanya saya mengusulkan untuk melibatkan para Mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di setiap desa, kita bisa menggunakan kemampuan para Mahasiswa untuk melakukan pendataan kepada setiap warga di setiap desa yang sedang melaksanakan KKN, dengan melibatkan Mahasiswa banyak keuntungan yang akan didapat, diantaranya adalah tidak adanya kepentingan atau politik, jadi kami beranggapan karena tidak adanya kepentingan, maka pendataannya akan berjalan baik sesuai fakta, hal lainnya adalah menghilangkan anggaran untuk pendataan, karena dulu saja kita menganggarkan anggaran untuk Dinsos dalam hal pendataan  mencapai angka Rp.4.5 Milyar, sementara hasilnya tidak sesuai atau banyak terjadi kesalahan.dengan adanya hal tersebut, maka alangkah baiknya jika persoalan pendataan dengan melibatkan peran Mahasiswa yang tengah melaksanakan kegiatan KKN, InsyaAllah selain akan menghasilkan pendataan yang valid juga bisa mengurangi pengeluaran anggaran" jelasnya .

Sementara itu, ditempat terpisah, H.Lili Mashuri, Kuwu Cupeujeuhkulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, menuturkan persoalan Desil yang selama ini ada perlu mendapat perhatian husus, oleh karenanya pihaknya dalam menentukan Desil melaksanakan acara Musdes Verikasi dan Validasi data terpadu sosial ekonomi Nasional (DTSEN).

"Desil memang kian hari kian menjadi perbincangan, ada yang merasa diuntungkan, namun banyak pula yang merasa dirugikan, ini terjadi karena adanya pendataan yang dirasa tidak sesuai, oleh karenanya, salah satu cara yang harus ditempuh adalah melalui acara Musdes ( Musyawarah Desa ) terkait data penduduk atau DTSEN" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, melalui Musdes tersebut akan dijabarkan beberapa kriteria tentang Desil.

"Ada 4 skala prioritas yang akan kami laksanakan terkait keberadaan Desil, dari mulai Desil 1 hingga Desil 4, dimana kriterianya adalah sangat miskin, miskin, hampir miskin dan rentan miskin, dengan adanya Musdes ini diharapkan persoalan Desil bisa terselesaikan, yang perlu diperhatikan adalah kami dari pihak desa hanya bisa mengusulkan, sementara yang menentukan adalah dari Pemerintah atau Dinas Sosial, InsyaAllah, kedepannya pendataan penduduk ini bisa diselesaikan dengan baik dan dengan data sesuai fakta" pungkasnya.(1c)

10 Feb 2026

Kuwu Buntet Minta BBWS segera melakukan perbaikan

INDOMEDIANEWS - Longsor yang terjadi di tanggul Sungai Cikanci  yang berada di desa buntet kecamatan astanajapura Kabupaten Cirebon, merupakan masalah yang sudah ada sejak  lama.
Hal tersebut disampaikan Kuwu Desa Buntet, Edi Suhaedi SH , sejak dirinya menjabat pada periode pertama, yaitu tahun 2018 .cirebon Senin.

Dalam penuturannya, Kuwu dua periode ini menjelaskan

"Saya telah mengajukan perbaikan kepada BBWS, dan pihak dinas terkait juga sudah melakukan survei, tetapi hingga kini belum ada realisasi. Saya bahkan pernah melakukan cerucuk bambu dengan biaya sendiri sebanyak dua kali, namun sayangnya, setiap kali terjadi banjir, semua usaha tersebut hancur kembali" tuturnya, Selasa,11/02/2026.

permohonan tersebut sudah diterima oleh pihak BBWS , berharap kepada dinas terkait dan pemerintah Kabupaten Cirebon untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah ini. 

Lebih lanjut Edi menjelaskan, 
"akses ini sangat penting, karena menghubungkan dua hingga tiga desa, yaitu Kanci Wetan dan Kanci kulon, serta menjadi jalur bagi para petani. Saat ini, tanaman tebu dan padi di sekitar lokasi terancam, dan petani pun enggan untuk menanam di sini karena jalannya sudah tidak bisa dilalui. Kami, masyarakat Buntet dan pemerintah desa, merasa kewalahan karena banyak petani yang tidak mau menanam akibat akses yang rusak"tuturnya 

Panjang longsoran diperkirakan sekitar 50 meter, dengan ketinggian lebih dari 2 hingga 3 meter. Upaya perbaikan dengan menggunakan bambu telah dilakukan dua kali, namun tetap saja longsor terjadi setiap musim hujan. 

"Harapan saya, agar dinas terkait dan pemerintah daerah Kabupaten Cirebon segera merealisasikan pembangunan tanggul ini. Dengan demikian, akses bagi masyarakat dapat kembali normal dan aktivitas sehari-hari dapat dilanjutkan seperti biasa"pungkasnya 


Sementara itu, salah seorang warga H Buang (57)  menuturkan.

"Saya adalah seorang petani, merasa prihatin,  karena dari tahun 2018 jalan yg tergerus longsor ini tak kunjung di benahi,karena jalan tersebut mengalami longsor jadi saya tidak bisa menanam di area ini. Mohon untuk diperbaiki agar kami, para petani, dapat bercocok tanam kembali. tidak itu saja Ini adalah akses utama dari Buntet menuju Kanci Kulon dan Kanci Wetan, jadi jika jalan ini tidak diperbaiki, kami tidak akan bisa beraktivitas dengan baik. Mohon segera untuk di perbaiki, sehingga kami para petani dan para pengguna jalan ini bisa berfungsi seperti biasanya"jelasnya. (1c)

9 Feb 2026

AMKI Cirebon Raya Resmi Dilantik "Ujian Nyata Profesionalisme Media di Era Digital"

INDOMEDIANEWS– Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cirebon Raya resmi melantik pengurus baru periode 2026–2029 di Aula Pendopo Bupati Cirebon. Rudi terpilih sebagai Ketua AMKI Cirebon Raya dan dipercaya memimpin organisasi tersebut dengan komitmen memperkuat peran media konvergensi dalam menghadapi tantangan era digital.

Acara pelantikan dihadiri lebih dari 100 undangan, mulai dari tokoh media, pejabat pemerintahan, hingga berbagai elemen masyarakat. Momentum ini dinilai penting sebagai langkah awal membangun ekosistem media yang sehat, profesional, dan berkelanjutan di tengah derasnya arus informasi digital.

Dalam Pemaparannya, Rudi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, AMKI harus mampu menjadi jembatan antara media konvensional dan media digital, sekaligus membangun sinergi yang konstruktif dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“AMKI harus menjadi wadah yang menghubungkan media konvensional dan digital, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang solid, kita bisa memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.

Dalam agenda 100 hari kerja, Rudi menegaskan komitmennya untuk membangun kerja sama strategis dengan instansi pemerintah maupun sektor swasta. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi media anggota AMKI, baik dari sisi profesionalisme, kapasitas, maupun keberlanjutan usaha media.

Ketua AMKI Jawa Barat, Catur Azi, mengapresiasi terpilihnya Rudi sebagai ketua. Ia menekankan bahwa media konvergensi memiliki peran penting dalam mengintegrasikan berbagai platform komunikasi, sekaligus menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan bermanfaat bagi publik.
“Peran AMKI sangat penting dalam mendorong media tetap relevan di tengah perubahan teknologi,” tegasnya.

Harapan besar pun disematkan pada kepengurusan baru AMKI Cirebon Raya untuk terus mengedukasi publik tentang pentingnya media berkualitas, menjaga independensi, serta menegakkan etika jurnalistik. Kepengurusan baru juga diharapkan mampu memperjuangkan kepentingan anggota, meningkatkan kualitas media, dan memperluas jaringan kerja sama.
( 1c)

7 Feb 2026

Pemdes Panongan Lor Gelar Ngaji Budaya dihadiri Anggota DPRD Jawa Barat

INDOMEDIANEWS -Budaya dan tradisi merupakan cerminan dari sebuah peradaban suatu Daerah yang penuh dengan beragam kearifan dan keistimewaan.
Salah satunya adalah Desa Panongan Lor, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon.
Sebagai salah satu Desa yang memiliki history atau kisah yang masuk dalam babad tanah Cirebon, Menarik perhatian seorang Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bambang Mujiarto.ST untuk menggelar acara Road Show Dialog Budaya atau ngaji Budaya yang bertempat di Aula Kantor Desa setempat, pada Jum'at, 06/02/2026.
Dalam pemaparannya, Anggota DPRD Jabar Dapil XII yang meliputi Kab/Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu tersebut menekankan perlunya pelestarian dan kecintaan dalam menjaga Budaya maupun seni tradisi Daerah.

"Budaya atau tradisi harus menjadi sebuah kearifan yang wajib dijaga dan dilestarikan, terlebih lagi di Cirebon ini, sebagaimana kita ketahui, bahwa Cirebon merupakan sebuah wilayah yang penuh dengan cerita Budaya Adi luhung, salah satunya seperti Budaya atau tatar Desa Panongan lor,  yang mana salah satu yang memiliki nilai sejarah yang sarat makna, dalam sejarah yang dipaparkan para budayawan Cirebon, kisah Panongan lor identik dengan cerita atau Babad Cirebon keberadaan Golok Cabang, ini menunjukan bahwa di Desa ini memiliki sejarah yang sangat istimewa" tuturnya.

Sementara itu, Kuwu Panongan lor, Agus Syamsah sangat berterimakasih atas kunjungan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang hadir di desanya dalam acara Dialog Budaya.

"Atas nama Pemerintahan Desa Panongan Lor menghaturkan terimakasih atas kehadiran Bpk Bambang Mujiarto Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang telah menggelar acara Dialog Budaya dan mendukung penuh wisata Desa, diharapkan dengan adanya perhatian Husus dari para pemangku kebijakan tentang wisata atau Budaya yang ada di Kabupaten Cirebon, keberadaan desa untuk meningkatkan wisata dan mempertahankan tradisi Daerah semakin bisa dimaksimalkan, terlebih lagi desa Panongan lor memiliki histori atau sejarah yang melekat dengan babad Cirebon, yaitu keberadaan tentang cerita awal adanya Golok Cabang, semoga sejarah yang ada di Desa kami bisa dijadikan sebuah acuan untuk bisa dijadikan sebagai salah satu Desa Wisata" tuturnya.

Acara tersebut selain dihadiri para Tokoh Budaya, Masyarakat dan unsur terkait lainnya, hadir pula Wakil Bupati Cirebon, yang akrab disapa Jigus.(1c)

AMKI dan FJO Tebar Keberkahan Di HPN 2026

INDOMEDIANEWS - Dalam rangkaian menyambut peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cirebon Raya bersama Forum Jurnalis Online (FJO) melakukan kegiatan sosial Jumat Berkah dengan mengunjungi GRAY anak yatim dan dhuafa di Kesambi Kota Cirebon. Jumat (6/2/2026).

Agenda rutin Jumat Berkah tersebut dipimpin oleh Ketua Forum Jurnalis Online (FJO) Toto M. Sa’id, didampingi Ketua AMKI Cirebon Raya Rudi, Sukri yang disambut langsung Mba Rika bersama suami mewakili Gray Yatim dan dhuafa. 

Toto M. Sa’id menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen organisasi wartawan untuk tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial dan moral.

“Ini menunjukkan komitmen AMKI bersama Forum Jurnalis Online sebagai wadah wartawan yang peduli terhadap anak yatim dan dhuafa sebagai generasi penerus dalam memperkuat pondasi kepedulian sosial dan lingkungan juga peran jurnalis yang peduli anak yatim dan dhuafa.” jelas Toto.

Menurutnya, melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, AMKI dan FJO ingin menanamkan nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial di kalangan insan pers, sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Kami sangat peduli kepada anak yatim dan dhuafa, sesuai amanat Sunan Gunung Jati Cirebon, ‘Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin’. Nilai inilah yang terus kami jaga dan aktualisasikan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur serta rekan-rekan wartawan yang telah menyisihkan rezekinya dalam kegiatan Jumat Berkah tersebut.

“Semoga apa yang diberikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Rudi, Ketua AMKI Cirebon Raya, yang didampingi Nawawi, bahwa kegiatan Jumat Berkah ini juga menjadi sarana silaturahmi antar pemilik media dan jurnalis, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan pers.

“Alhamdulillah, hari ini AMKI dan FJO usai sholat Jumat dapat berbagi rezeki berupa sembako kepada anak yatim, dhuafa, dan santri tahfidz Qur’an. Kegiatan ini penuh keberkahan dan mempererat kebersamaan antar insan media,” tuturnya.

Ditambahkan dewan penasehat Moh. Noly Alamsyah, agenda rutin Jumat Berkah yang digelar AMKI dan FJO ini menegaskan bahwa jurnalis tidak hanya berperan sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam membangun solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. 

Lebih dari itu, di tengah tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks, kehadiran insan pers di ruang-ruang sosial seperti ini menjadi pengingat bahwa nilai empati dan kemanusiaan harus tetap menjadi ruh profesi wartawan.

Jadi, dari rangkaian HPN 2026 melalui kegiatan sosial semacam ini juga menjadi pesan kuat bahwa peringatan Hari Pers Nasional tidak melulu diisi dengan seremoni, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. 

"Pers yang dekat dengan rakyat adalah pers yang mampu menjaga kepercayaan publik dan martabat profesinya. Tandanya. 

Sementara itu, mewakili Gray Mba Rika mengaku sangat mengapresiasi kegiatan Jumat Berkah yang dilaksanakan oleh AMKI dan FJO. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada AMKI dan Forum Jurnalis Online yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada anak yatim, dhuafa. Semoga Allah membalas dengan keberkahan dan kebaikan yang berlipat,” ujarnya. (1c)