10 Mar 2026

Dibawah guyuran hujan "AMKI Cirebon Raya Bagikan Takjil Gratis dan Gelar Buka Bersama"

INDOMEDIANEWS - Dibawah guyuran hujan, Ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI)  Cirebon Raya bersama anggota menggelar kegiatan sosial berbagi takjil kepada masyarakat dengan total sebanyak 550 porsi takjil gratis bagi warga yang Sedang Melintas Jalan Ciremai Tersebut.

Usai kegiatan berbagi takjil dilanjutkan dengan acara buka bersama (bukber) yang berlangsung di RM Soto Boyolali (SSB) Larangan, Kota Cirebon.

Kegiatan pembagian takjil dilaksanakan di Jl. Larangan, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa ,10/03/2026.

Pembagian takjil berlangsung dengan khidmat, lancar, dan kondusif walaupun dibawah guyuran hujan yang terbilang deras.

Dalam pemaparannya, Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian sosial insan media kepada masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.

“Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami ingin menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian antar sesama. Walaupun hujan turun cukup deras, hal itu tidak menghalangi semangat kami untuk tetap berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan,” tutur Rudi.

Sementara itu, Sekretaris AMKI Cirebon Raya, Teguh Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar pengurus dan anggota AMKI Cirebon Raya.

“Selain berbagi kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat kebersamaan serta solidaritas antar anggota AMKI Cirebon Raya agar tetap kompak dalam menjalankan peran sebagai insan pers yang profesional dan berintegritas,” jelasnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua AMKI Cirebon Raya Rudi, Dewan Pakar AMKI Cirebon Raya M. Toto dan Said, serta Sekretaris AMKI Cirebon Raya Teguh Santoso, Dodi  selaku Bendahara Umum AMKI Cirebon Raya, bersama jajaran pengurus dan anggota AMKI Cirebon Raya lainnya.

Kegiatan ditutup dengan acara buka puasa bersama yang berlangsung penuh keakraban, sebagai wujud kebersamaan dan rasa syukur di bulan suci Ramadan.diharapkan kebersamaan tersebut tetap terjalin dan semakin memperkokoh rasa keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan, Allah SWT.(1c)

Pemkab Cirebon harus peka " Sampah kian menggunung" jangan sampai ada korban

INDOMEDISNEWD -Jangan membiasakan bencana dulu baru penanganan.
Hal ini patut dipertegas karena lemahnya penanganan terhadap persoalan sampah yang berlokasi di samping terowongan kereta api, Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Kondisi sampah yang kian menumpuk dan menggunung seakan dibiarkan tanpa adanya penanganan, baik dari Pemerintah Desa setempat, terlebih lagi Pemerintah Daerah  Kabupaten Cirebon.
Ironisnya, gunungan sampah tersebut berada tepat dipinggir jalan utama yang menghubungkan antara Kecamatan Astanajapura dan Kecamatan Lemahabang, bahkan kerap kali dilintasi oleh para Pejabat maupun para wakil Rakyat yang konon katanya bertugas menjadi pelayan Masyarakat.
Adanya tumpukan Sampah yang kian menggunung tersebut membuat geram beberapa warga maupun pengguna jalan yang harus melihat pemandangan yang sangat tidak sedap untuk dipandang mata tersebut.
Seperti yang disampaikan Didin, Pengguna jalan yang merupakan warga Desa Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang.

"Saya setiap hari pasti melintasi jalan ini karena pekerjaan saya kebetulan di Kota Cirebon, dari penglihatan saya selama ini, kondisi sampah setiap hari semakin bertambah meninggi, dan seolah dibiarkan tanpa adanya penanganan dari pihak terkait, mungkin Pemdes setempat tidak mempunyai Anggaran untuk penanganan sampah atau mungkin juga dianggap hal yang sepele" tuturnya, Selasa,10/03/2026.

Senada hal tersebut disampaikan warga lainnya yang sangat menyayangkan tidak adanya tindakan dari Dinas terkait untuk segera mencari solusi agar sampah yang semakin menggunung segera dibersihkan .

"Hebatnya di Negeri kita adalah harus terjadi dulu bencana, baru dibereskan, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di TPA Bantar gebang, setelah terjadi longsor dan merenggut banyak nyawa, baru para pihak turun tangan dan seolah peduli, ini juga yang mungkin harus terjadi di TPS Mertapadawetan, ada korban dulu atau ada aksi dulu dari Masyarakat, baru ada penanganan, hanya yang sangat disayangkan adalah tempat sampah tersebut tepat berada dipinggir jalan Raya dan merupakan jalan utama, Masa sih Para pejabat tidak melihatnya, atau mungkin pura-pura tidak melihat. Kami sebagai Masyarakat juga sadar, tidak sedikit oknum warga yang masih membuang sampah sembarangan, namun bukan berarti para pemangku kebijakan hanya berdiam diri disaat melihat pemandangan yang sangat nyata dan jelas membahayakan bagi kesehatan dan keselamatan Warga Masyarakat. (1c)

6 Mar 2026

BPD Munjul soal keberadaan dapur MBG " Jangan ambil untung berlebih"

INDOMEDIANEWS -Tidak banyak yang berani untuk mengatakan dan menunjukan sebuah kebenaran walaupun demi untuk kepentingan Masyarakat secara umum.
Termasuk tentang keberadaan Program MBG ( Makan Bergizi Gratis ) yang selama ini  mendapat sorotan dengan berbagai persoalan yang berbeda, dari mulai terjadinya keracunan hingga menu makanan yang dirasa tidak sesuai atau ketentuan dan tata kelola yang benar.
Dari sekian banyak persoalan tentang tata kelola pengelola MBG, hal yang tidak kalah pentingnya adalah kurangnya koordinasi atau komunikasi antara pihak pengelola MBG dengan pemerintahan Desa setempat.

Salah satunya disampaikan ketua BPD Munjul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Mahmud Jazuli, yang menyoroti tentang kebenaran dan berlangsungnya Program Makan Bergizi Gratis.

"Pada prinsipnya kami sangat mendukung adanya program MBG, hanya saja  semuanya harus sesuai dengan aturan atau regulasi yang ada " tuturnya,Jum'at 06/03/2026.

Dalam penuturannya, didampingi Sekretaris BPD Munjul,Rokhmat, dirinya menjelaskan, bahwa dukungan yang diberikan bukan berarti harus diam jika terjadi sesuatu yang dirasa kurang atau tidak benar.

"Di Desa Munjul ini ada 3 tempat pengelola dapur MBG ( Makan Bergizi Gratis ) sayangnyanya dari ketiganya ada diantaranya kurang koordinasi atau komunikasi dengan kami selaku Lembaga yang ada di Desa Munjul, bahkan kami sudah tiga kali melayangkan surat kepada tiga pengelola MBG, dari tiga surat yang kami layangkan, dua diantaranya memberikan sikap yang lumayan koperatif, sayangnya satu pengelola lagi, hingga saat ini belum dan tidak menunjukan sikap koperatif untuk memenuhi keinginan kami agar bisa duduk bersama dan membicarakan beberapa hal yang selama ini menjadi persoalan " tuturnya.

Saat ditanya apakah ada persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan atau keberadaan pengelolaan MBG di Desa Munjul, Mahmud Jazuli yang diamini Rokhmat dengan tegas membenarkan, bahwa ada beberapa persoalan yang dilanggar oleh pihak Pengelola MBG.

"Beberapa dugaan yang dilakukan pengelola Program MBG di Desa kami tidak sesuai aturan atau regulasi yang ada. Diantaranya adalah Regulasi tentang Rekrutmen Relawan SPPG ( Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ) dimana ketentuannya sudah sangat jelas, bahwa relawan harus dari warga Masyarakat sekitar, sedangkan dari beberapa hasil temuan dan informasi, ada beberapa relawan SPPG yang merupakan bukan warga Masyarakat Desa Munjul.
Selain itu dalam regulasi sudah diterangkan dengan tegas, pengelola MBG atau suplayer harus memanfaatkan atau mengutamakan keberadaan BUMdes di Desa dimana SPPG itu didirikan, dan yang tidak kalah pentingnya lagi adanya kualitas makanan atau menu yang sesuai dengan aturan, karena dari hasil yang kami peroleh, ada ketidak patutan kualitas menu dengan standar harga yang tetapkan, oleh karenanya kami meminta pihak pengelola maupun yayasan yang menangani dapur MBG Mau memenuhi keinginan kami selaku Perwakilan Warga Masyarakat Desa Munjul, untuk duduk bersama dan menjelaskan beberapa persoalan yang ada, jangan sampai keberadaan SPPG ini menjadi ladang korupsi dan semakin menambah kekayaan dan keuntungan pribadi, yang kami tahu, insentif untuk Yayasan pengelola MBG perharinya mencapai angka Rp.6.000.000,- masa sih dengan uang sebesar itu masih tega memangkas dari anggaran menu yang tujuannya bagi peningkatan Gizi Masyarakat, apalagi ada info yang kami terima, bahwa salah satu pengelolanya merupakan salah seorang wakil Rakyat"pungkasnya. (1)

AMKI Berbagi di Bulan Suci, Hadirkan Kebahagiaan bagi Anak Yatim Yayasan Al-Kahfi

INDOMEDIANEWS - Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat berbagi kebahagiaan Ramadan dengan anak yatim piatu di Yayasan Al-Kahfi, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Kamis (5/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, pengurus AMKI membagikan paket makanan cepat saji kepada anak-anak panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci.

Kegiatan yang mengusung tema “AMKI Berbagi di Bulan Suci Ramadan: Menebar Kepedulian Menguatkan Kebersamaan” itu dihadiri Ketua Umum AMKI Pusat Tundra Meliala, Sekretaris Jenderal Dadang Rachmat, Bendahara Umum Umi Sjarifah, Ketua Bidang Hukum Rukmana dan Humas Herdiana.

Ketua Umum AMKI Pusat Tundra Meliala mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian organisasi kepada anak yatim piatu sekaligus upaya memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat pada momentum Ramadan.

Menurut Tundra Meliala, Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah secara personal, tetapi juga kesempatan untuk memperluas kepedulian sosial kepada sesama, terutama kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

“Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu. Semoga apa yang kami lakukan dapat menghadirkan senyuman dan menjadi bagian dari kebaikan yang terus mengalir,” ujar Tundra.

Ia menambahkan, dalam ajaran Islam, menyayangi anak yatim dan memberi makan orang yang berbuka puasa merupakan amalan yang dianjurkan dan memiliki nilai pahala yang besar.

“Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menyayangi anak yatim dan memuliakan mereka. Bahkan, memberi makan kepada orang yang berbuka puasa juga dijanjikan pahala. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tutur Alumnus PPRA 51 Lemhannas itu.

Ketua panitia kegiatan, Rukmana, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi tersebut merupakan bentuk komitmen AMKI untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan kebahagiaan bagi anak-anak panti, meskipun nilai yang diberikan tidak besar.

“Kami mohon maaf apabila yang kami berikan masih sederhana. Jangan dilihat dari besar kecilnya pemberian ini, tetapi dari niat kami untuk berbagi. Insyaallah ke depan kami berharap dapat melakukan kegiatan yang lebih besar dan menjangkau lebih banyak pihak yang membutuhkan,” ujar Rukmana.

Ia juga memberikan pesan kepada anak-anak di Yayasan Al-Kahfi agar tetap semangat dalam menatap masa depan.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Teruslah belajar, tetap semangat meraih cita-cita, karena masa depan kalian sangat berharga bagi bangsa ini,” ucapnya.

Pengurus Yayasan Al-Kahfi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada AMKI Pusat atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada anak-anak di panti asuhan tersebut.

Menurut pengurus yayasan, kegiatan seperti itu tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak.

“Terima kasih kepada AMKI yang telah datang dan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak di sini. Kami sangat mengapresiasi kepedulian ini dan berharap silaturahmi seperti ini dapat terus terjalin,” ujar salah satu pengurus yayasan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Selain penyerahan paket makanan, pengurus AMKI juga berinteraksi dengan anak-anak panti asuhan, menciptakan momen kebersamaan yang memperkuat nilai kepedulian di bulan suci Ramadan. (1c)


5 Mar 2026

Panen perdana Ketapang Desa Cipeujeuh Kulon " Hasilnya membanggakan"

INDOMEDIANEWS - Panen perdana jagung pipil dilahan seluas 8 hektar milik Desa Cipeujeuh kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon membuahkan sesuatu hal yang sangat membanggakan.
Dengan dilaksanakannya panen perdana ini, diharapkan progres kedepannya akan semakin baik sesuai program Pemerintah Pusat dalam peningkatan program ketahanan pangan.
Hal tersebut disampaikan Kuwu Cipeujeuh kulon, H.Lili Mashuri diruang kerjanya, Kamis,05/03/2026.

"Alkhamdulillah, saat pelaksanaan panen perdana program ketahanan pangan berupa penanaman jagung pipil, menghasilkan sesuatu yang sangat membanggakan, selain kualitasnya sangat baik, tentunya hasil dari panen tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Masyarakat Cipeujeuh Kulon, InsyaAllah, program ini akan terus berjalan sesuai dengan arahan atau ketentuan yang sudah diatur, pada prinsipnya selama program tersebut berdampak positif bagi kesejahteraan Masyarakat, kami pasti akan mendukungnya secara penuh" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan rasa Syukur atas segala limpahan rijki dari Allah SWT, dan terimakasih atas kehadiran dan turut sertanya Kapolsek Lemahabang dalam pelaksanaan panen perdana tersebut.

"Kapolsek Lemahabang beserta jajarannya turun langsung kelapangan dan turut memetik jagung yang telah siap panen, bahkan seluruh jajaran perangkat juga lembaga desa bersama-sama ikut andil dalam acara panen kali ini, semoga ini merupakan langkah awal menuju sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat bagi warga kami pada hususnya, dan seluruh Masyarakat Lemahabang bahkan Cirebon secara umum, yang terpenting adalah kita bekerja dengan hati dan tetap semangat dalam berkarya" pungkasnya.(1c)

3 Mar 2026

Pemdes Japura Bakti tidak memiliki Kopdes " terkendala lahan "

INDOMEDIANEWS - Pemerintah Pusat mewajibkan kepada seluruh Desa se Indonesia untuk memiliki dan mendirikan Koperasi Merah Putih atau yang akrab dengan sebutan Kopdes ( Koperasi Desa )
Salah satu tujuan didirikannya Koperasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian Masyarakat dan menghilangkan kebiasaan Masyarakat dalam melakukan kegiatan Pinjaman Online yang berujung pada persoalan yang semakin besar bahkan tidak sedikit menimbulkan perceraian, permusuhan hingga kematian akibat keputusan asaan.
Sayangnya Program Kopdes tidak selalu mudah untuk diwujudkan karena adanya beberapa faktor.
Salah satunya yang terjadi di Desa Japura Bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemdes setempat belum mendirikan grai Kopdes karena terkendala lahan.
Seperti disampaikan Kaur Perencanaan Desa Japura Bakti, Faturohman.

"Sampai saat ini di Desa Japura Bakti belum dibangun Grai Kopdes ( Koperasi  Desa ) keterlembatan tersebut dikarenakan tidak tersedianya lahan untuk membangun Koperasi Desa atau Koperasi Merah putih.
Ada beberapa titik yang sudah diajukan, namun semuanya tidak memenuhi standar atau tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, oleh karenanya hingga saat ini Program Koperasi Merah Putih hususnya dalam pembangunan Grai belum bisa terealisasi" tuturnya, Selasa, 03/03/2026.

Dengan belum berdirinya Kopdes tersebut dihawatirkan bisa menghambat pengajuan anggaran, ini juga yang dirasakan oleh pihak Pemdes Japura Bakti.

"Kami hawatir, dengan keterlambatan pembangunan Kopdes dapat berpengaruh pada pengajuan anggaran, karena yang kami dengar, salah satu prasyarat dalam mengajukan anggaran adalah telah berdirinya Grai Kopdes, andai hal ini menjadi kewajiban mutlak, kami meminta adanya kebijakan agar anggaran yang kami ajukan tidak terhambat karena belum berdirinya Kopdes, toh kami dari Desa telah mengajukan beberapa titik atau tempat untuk dijadikan Grai Kopdes, namun semuanya tidak masuk dalam ketentuan, salah satu penyebabnya adalah luas lahan yang kurang maupun tempat yang kurang strategis" pungkas pria yang akrab disapa Oman menegaskan.

Menyikapi hal tersebut, seharusnya Pemdes atau Kuwu sesegera mungkin melakukan Komunikasi dan Koordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi agar persoalan keberadaan Koperasi Merah putih dapat terselesaikan dengan baik dan tidak berimbas pada terjadinya hambatan dalam setiap pengajuan anggaran.(1c)